Ritual Basapa, Wisata Religius di Padang Pariaman

Padang-today.com__Ribuan jamaah tarekat Syattariyah dari berbagai daerah mengikuti kegiatan tahunan ‘Basapa’ di makam Syekh Burhanuddin di Kecamatan Ulakan Tapkis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. ‘Basapa’ Rabu 16-10-2019, Tradisi Basapa adalah salah satu aktifitas ritual keagamaan yang dilakukan oleh kelompok muslim tarekat Syatariah.

Tradisi Basapa biasanya dilaksankan pada tanggal 10 Syafar atau pada hari Rabu minggu kedua dan Minggu ketiga bulan Syafar. Basapa ini dilakukan masyarakat sebagai ungkap rasa syukur dan terimakasih terhadap Syekh Burhanuddin atas jasanya mengembangkan ajaran Islam di Minangkabau.

Tarekat Syatarriah yang dibawa Syekh Burhanuddin mendapat tempat di hati masyarakat Miangkabau pada waktu itu, sehingga berkembanglah agama Islam di Ranah Mianang. Tanggal 10 Safar sendiri diyakini sebagai hari diamana meninggalnya Syekh Burhanuddin yaitu 10 Syafar 1111 H/1691 M.

Pemerintah daerah, Alazhar selaku Camat Ulakan Tapakis didampinggi oleh Kasi Trantib, Anesa Satria, berkomitmen dan menjadikan kegiatan ritual Basapa sebagai destinasi wisata religius di Sumatera Barat, bahkan sampai ke manca negara.

Nuansa relegius yang dibalut dengan kearifan lokal berupa budaya masyarakat menjadikan Nagari Manggopoh Palak Gadang menjadikan Destinasi Wisata Religius yang memancarkan daya tarik tersendiri.

“Padang Pariaman dalam hal wisata Religius yang dapat ditonjolkan adalah kegiatan Basapa. Untuk itu mari kita jual Pariwisata Religius Makam Syekh Burhanuddin dan Masjid Agung ini ke dunia internasional,” kata Al Azhar adek di ruang kerjanya, Selasa 15/10/2019.

Seperti tahun sebelumnya, kata dia, acara basapa merupakan acara ritual tahunan kaum Syatariah, yang mengyunjungi makam Ulama Besar Syekh Burhanuddin dengan maksud berziarah. Terkait dengan hal itu, seluruh kompenen masyarakat dapat mensukseskan kegiatan ritual Basapa tersebut.

Selain itu, pihak pemerintah darah telah meningkatkan pelayanan kepada Jamah dengan terus berupaya melengkapi fasilitas ibadah seperti Masjid Agung, dan Makam itu sendiri.

Sementara Tuangku Hery Frimansyah selaku Kalifah yang ke XV mengatakan, masih kurangnya ke seriusnya pihak pemerintah dalam menonjolkan wisata religius yang satu ini. Kenapa demikian, Agenda wisata religius dari kaum Syatariah ini sudah merambah ke manca negara.

“Alangkah bagusnya ivent wisata religius ini dapat dijadikan icount wisata nasional,” ujar Tuangku Hery Firmansyah di Tanjung Medang.

Dengan dijadiakan icount wisata religius, kata dia, pihak pemerintah setempat dapat menganggarkan pada Anggaran Pendapatan Belanaja Daerah APBD. Artinya, anak nagari yang biasa meyelenggarakan ritual Basapa itu tidak memikirkan anggaran dalam pembenahan dan pembiayaan kegiatan tersebut.

Ia berharap, untuk menggali potensi daerah dengan kearifan lokal yang dikemas dalam Tradisi Basapa tersebut pihak pemerintah dan seluruh komponen masyarakat Padang Pariaman betul-betul serius, sehingga dapat dinilmati oleh anak cucu dan dapat mendongkrak ekonomi masyarakat setempat. (Herry Suger)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas