Sadar Wisata, Belajar ke Lima Puluh Kota

Pelatihan Sadar Wisata Lima Puluh Kota di Nagari Pariangan Kabupaten Tanah Datar.

Limapuluh Kota – Pola pelatihan dan pemberdayaan sadar wisata bagi pelaku wisata Kabupaten Limapuluh Kota perlu ditiru oleh Pemerintah Daerah lain. Terutama bagi Luak Nan Tuo termasuk Provinsi Sumbar karena tidak hanya output yang dikejar dalam pelaksaannya tapi lebih pada out come serta perlibatan pemerintah terendah yang memiliki destinasi.

Seluruh kegiatannya melibatkan masyarakat dilokasi destinasi, mulai dari makanan dan minuman serta penginapannya harus dari masyarakat, sehingga dampaknya betul betul dirasakan oleh masyarakat sekitar yang tinggal di lokasi destinasi wisata, sehinga perputaran uang itu dinikmati oleh masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua BPRN Nagari Pariangan M. Denil, M.Pd, di ruangan Aula Kantor Nagari Pariangan, kemaren. kegiatan yang dilakuakan selama 3 hari tersebut merupakan koloborasi Pokdarwis kedua daerah tersebut. sementara  sasaran dari kegiatan pariwisata adalah ekonomi masyarakat tumbuh dan berkembang.

Peserta Pelatihan Sadar Wisata Lima Puluh Kota.

Sementara Kabid Pariwisata Kab Limapuluh Kota Ali Hasan, S.Sos mengatakan, bahwa sadar wisata merupakan hal mendasar yang harus di pahami oleh setiap lapisan masyarakat. Kesadaran wisata yang tinggi mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif dalam pembangunan pariwisata.

Upaya peningkatan sadar wisata bagi masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota sangat penting karena ada 50 destinasi wisata yang sedang berkembang, namun belum didukung dengan kesiapan sumber daya manusia.

“Selain itu, tingkat sadar wisata masih perlu kita optimalkan dengan berbagai pelatihan atau pemberdayaan untuk meningkatkan sumber daya manusia sehingga bisa menjadi penggerak utama pengembangan desa atau nagari wisata dalam aspek perekonomian,” kata Ali Hasan Kabid Pariwisata Lima Puluh Kota yang juga praktisi kepariwisataan Sumbar ini.

Pola pelatihan adalah pelibatan masyarakat di destinasi sehingga masyarakat mempunyai pemahaman yang kuat tentang pengembangan desa atau nagari wisata dan meningkatkan kesadaran serta terlibat aktif dalam pengelolaan desa atau nagari wisata.

Kegiatan pelatihan sadar wisata di desa wisata Pariangan diadakan dari tanggal 26-28 Oktober 2022, diikuti 40 orang peserta dari kelompok sadar wisata dengan narasumber dari akademisi dan praktisi pariwisata yaitu Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab. Limapuluh Kota Desri, S.Pd MM dengan Kebijakan dan sapta pesona.

Kemudian Luhur Budianda, SY M.Si dari Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dengan materi Kebijakan Pengembangan Pariwisata melalui Sadar Wisata Sumbar, Kemudian dari Praktisi Pariwisata Yuliza Zein dengan materi Peningkatan pemahaman sadar wisata di destinasi berbasis masyarakat, dilanjutkan dengan Hendri Agung Indrianto, B. Mgt. MHSPS selaku Kadisparpora Kab Tanah Datar dengan materi pertumbuhan dan perkembangan pariwisata di Tanah Datar, Pelaku dan pengelola Solok Rajo Teuku Firmansyah dengan materi pengembangan konsep sadar wisata dalam peningkatan industri pariwisata, dan terakhir oleh Muhammad Subari sebagai wasekjen DPP IHSA dengan materi penerapan konsep sadar wisata di desa wisata.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*