Sago Mountain Coffee Bersiap Go Internasional, Pebriansyah Optimis Kopi Ini Segera Maju

Pebriansyah dengan buah kopi Sago Mountain Coffee siap panen.

Pebriansyah dengan buah kopi Sago Mountain Coffee siap panen.

Pebriansyah dengan buah kopi Sago Mountain Coffee siap panen.

Pebriansyah dengan buah kopi Sago Mountain Coffee siap panen.

Limapuluh Kota, PADANGTODAY.com-Pasca mengikuti festival kopi Sumatera Barat yang dilaksanakan Dinas Perkebuan Sumatera Barat di Aula Korem 032 Wirabraja 18 Maret 2015 lalu, kini kopi Sumatera Barat terus berbenah. Termasuk Kopi Arabica Sago atau Sago Mountain Coffee yang ditanam di kaki Gunung Sago Limapuluh Kota.

Pepeng aktivis klinik kopi Jogja, beberapa hari lalu melihat langsung kebun kopi yang dikelola oleh kelompok tani di sana. Selain Pepeng juga Wahyu, Barista (ahli seduh) Kopi Internasional untuk melihat langsung proses panen kopi di Gunung Sago ini, di kawasan Situjuah.

Ternyata, Kopi Arabica yang ditanam di kaki gunung pada cuping test (uji rasa) banyak yang menyukainya. Rupanya, kopi ini punya rasa yang khas. Kopi Arabica Sago yang berada di Nagari Situjuh Bandar Dalam yang dikelola Kelompok Tani pimpinan Haji Fahri 15 hektar terbentang dengan benih kopi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Koka) di Jember.

Kopi yang tumbuh di Situjuh ini dibudidayakan 2008 lalu atas dorongan seorang ahli kopi, Yan yang memiliki pertemanan dengan Puslit Koka Jember. Bibit kopi dari sanalah kemudian ditanam ke lahan di kaki Gunung Sago yang sampai hari ini sudah berbuah dengan lebat.

Pebriyansah perwakilan Tim Nusantara Kopi berkomitmen akan melakukan pengelolaan perkebuan kopi dan pasca panen Kopi Arabica Situjuah atau Sago Mountain Coffee ini. Ke depan, kopi ini diharapkan akan tampil go internasional dan dinikmati oleh lokal Indonesia. Rasa spesialnya menjadikan kopi ini semakin berpotensi besar.

”Kita yakin, kopi ini punya khas untuk maju ke pasar internasional. Sebab, pembuktian dari Barista Internasional yang khusus datang ke kebun kopi Sago Mountain Coffee langsung mengacungkan jempolnya,” yakin Pebriansyah, lulusan Politeknik Pertanian Payakumbuh yang mendalami kopi sejak kuliah ini.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas