Salak Laluak dengan Komplek Makam Syekh Burhanuddin

Padang-today.com__Pertumbuhan dan perkembangan suatu kota/daerah selalu diiringi dengan dinamika perkembangan masyarakatnya yang dapat dilihat dari perkembangan kegiatan masyarakatnya. Konsekuensi dari perkembangan tersebut akan memberikan dampak terhadap perkembangan dibidang lainnya antara lain perkembangan dibidang ekonomi, transportasi dan perkembangan fisik dari kota/daerah itu sendiri.

Lingkungan Kawasan Situs Cagar Budaya Makam Syekh Burhanuddin merupakan bagian wilayah Kecamatan Ulakan Tapakis yang merupakan salah satu dari 50 (lima puluh) kecamatan yang ada di Kabupaten Padang Pariaman dengan luas wilayah 38,85 km². Kecamatan ini terletak di pantai barat Pulau Sumatera dengan panjang garis pantai 7,5 km dan ketinggian dari permukaan laut 2,0 m DpL.

Nagari Tapakis cukup dikenal mempunyai Situs Cagar Budaya Makam Syekh Burhanuddin yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi sendiri terletak pada Nagari Ulakan, yang kemudian menjadi pusat perhatian setelah Syekh Burhanuddin mengembangkan agama Islam serta mendirikan Surau sebagai pusat pendidikan Islam di Minangkabau pada masanya ini perlu dilestarikan eksistensinya.

Setiap menjelang Ramadhan, masyarakat atau Jamaah Syatariah selalu ramai berziarah ke Makam Syekh Burhanuddin. Tradisi ini menjadi ladang rezeki pedagang sala lauak yang banyak berjualan di komplek makam.

Seperti yang dialami Yusnelly (34), warga Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman ini. Salah satu pedagang “Sala Lauk”, tinggal dan berdagang tepat dipersimpangan gerbang masuk Makam.

Ia menjalankan usaha orang tua yang sudah berpuluhan tahun hidup di sana. Ia sendiri memulai usaha sejak tamat SMA pada 2002 lalu. Untung yang didapat beragam, paling menggiurkan saat adanya musim Jemaah Berziarah ke Makam Tersebut.

“Seminggu menjelang Ramadhan, hasil jual beli bisa mencapai 1 juta rupiah dalam sehari. Berbeda dihari biasa, hanya mencapai 500 ribu rupiah paling tinggi” kata Ibu muda tamatan SMA tahun 2002 tersebut

Berbeda saat lebaran Idul Fitri dan Bulan “Basafa”. Lebaran idul fitri, Yusnelly bisa meraut untung 2 juta rupiah. Lebih menggairahkan lagi, di bulan Basafa mencapai 5 juta rupiah sehari.

Di lokasi, terdapat sekitar 20 kedai pedagang Sala Lauak atau Sala Ikan serta belasan pedagang buku beserta ragam hiasan pelaminan adat. Kunjungan Jemaah, menjadi berkah pada pedagang tersebut. (suger)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas