Salurkan Modal Bantuan Usaha LKKS Sumbar Bersama Baznas, Nevy: Untuk Memberdayakan Kemampuan Keluarga Kurang Mampu

Ketua Umum LKKS Sumatera Barat, Ibu Nevi Irwan Prayitno di Aula Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat, Sabtu (4/6).

Ketua Umum LKKS Sumatera Barat, Ibu Nevi Irwan Prayitno di Aula Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat, Sabtu (4/6).

Advertisements

Pasaman Barat, PADANG-TODAY.com-Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatera Barat menyerahkan bantuan modal pengembangan usaha di Kabupaten Pasaman Barat. Modal pengembangan usaha tersebut ditujukan bagi 25 keluarga miskin (mustahik) yang ada di kabupaten tersebut. Penyerahan bantuan modal pengembangan usaha dengan total 50 juta rupiah tersebut bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Basnas) Provinsi Sumatera Barat.

Ketua Umum LKKS Sumatera Barat, Ibu Nevi Irwan Prayitno menyampaikan tujuan diberikannya bantuan modal, demi meningkatkan kemampuan keluarga kurang mampu. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutannya pada acara penyerahan Bantuan Modal Pengembangan Usaha bagi Mustahik di Pasaman Barat, di Aula Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat, Sabtu (4/6).

“Bantuan paket modal usaha ini dimaksudkan untuk memberdayakan dan meningkatkan kemampuan keluarga kurang mampu penerima zakat (mustahik). Ini adalah upaya meningkatkan  usaha dan pendapatannya agar dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga,” sebut Nevy Irwan Prayitno.

Paket bantuan modal yang diberikan masing-masing senilai 2 juta rupiah. Ia berharap, para penerima bantuan tersebut dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan sebaik-baiknya, dengan terus berupaya meningkatkan usaha yang selama ini telah digelutinya, agar dapat menambah pendapatan  dan memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Jika sekarang Bapak atau Ibu menjadi penerima, semoga dimasa akan datang dapat berhasil, bahkan untuk menjadi pemberi zakat hendaknya,” ujarnya pada kegiatan yang juga dihadiri Ketua Basnas Provinsi Sumatera Barat, Syamsul Bahri Khatib, Ketua LKKS Pasaman Barat, Ibu Yun Syahiran, serta Sekdakab Pasaman Barat.

Nevi menambahkan, penyerahan bantuan ini juga memberikan motivasi kepada para keluarga mampu dan pemberi zakat di daerah agar dapat membayarkan zakat pada badan amil zakat setempat. Dengan begitu badan amil zakat di daerah dapat melakukan  hal yang serupa bagi masyarakat kurang mampu yang berada di lingkungannya. Ini tentunya upaya untuk memupuk kebersamaan, semangat kekeluargaan, kepedulian dan kesetiakawanan sosial, sesuai dengan azas yang terkandung dalam penyelenggaraan sosial.

“Sebagai lembaga yang berfungsi mengkoordinasikan penyelenggaraan sosial yang dilaksanakan lembaga-lembaga sosial dan masyarakat, maka LKKS sangat berkepentingan, bahwa semangat kesetiakawanan dan kepedulian sosial tersebut dapat menjadi modal sosial yang sangat penting dalam penyelenggaraan kesejahteraan,” terangnya.

Nevi Irwan Prayitno menambahkan perlunya inisiatif menciptakan wadah penerapan semangat kesetiakawanan sosial tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya melalui kegiatan pertemuan silaturahim antar masyarakat, bakti sosial, kegiatan ekonomis dan produktif serta bentuk lainnya.

“Sehubungan dengan itu, LKKS Sumbar memandang pentingnya menumbuhkan dan mengembangkan pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) sebagai lembaga kesejahteraan sosial. Itu dapat menjadi wadah komunikasi dan koordinasi antar kelompok masyarakat, maupun lembaga sosial yang ada. Sehingga dapat menggalang semangat dan kegiatan kebersamaan, serta kesetiakawanan sosial antara para  keluarga di tingkat desa dan nagari,” tutupnya.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*