Satpol PP Kota Pariaman Awasi Tempat Ibadah

 

photo ilustrasi anak-anak main petasan

Padang-today.com__Ramadan merupakan bulan penuh ampunan. Masyarakat diimbau menghabiskan waktu-waktu ramadan untuk beribadah dan tidak melakukan kegiatan yang sia-sia.

Agar suasana Ramadan terasa khidmat, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Pariaman membentuk Tim Pengaman 35 Masjid dan Mushala dari ledakkan petasan selama Ramadan 1440 hijriah. Terkait dengan hal ini, Satpol PP di daerah itu akan mengawasi berbgai tempat ibadah selama Ramadan.

“ Tim khusus kami bentuk semenjak Selasa lalu untuk mengamankan masjid dan mushala di Pariaman,” kata Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Pariaman Elfis Chandra, Jumat 10-05-2019 di Pariaman.

Pihaknya memberikan pengamanan tersebut bertujuan agar warga di daerah itu yang tengah menjalankan ibadah shalat di masjid tidak terganggu kekhusukannya oleh suara letusan petasan yang diledakan oleh remaja atau anak-anak.

Dari pengamanan tersebut pihaknya telah mendpatkan anak-anak yang meledakan petasan sehingga peledak berdaya rendah milik anak itu pun disita. “ Pada saat itu kami hanya memperingati anak-anak itu agar tidak lagi menggunakan petasan, jadi sifatnya persuasif,” kata dia.

Selain itu, untuk menjaga kekhusukan warga menjalankan ibadah pusa selama ramadan ini, pihaknya melakukan pengawasan atau razia petasan agar tidak ada pedagang yang menjual barang berbahaya itu di Kota Pariaman

“ Tindakan yang dilakukan oleh tim ini bukan itu saja, pihaknya  juga melindungi anak-anak dan warga dari bahaya ledakan yang ditimbulkan dari petasan tersebut,” ujarnya.

Untuk itu, semua elemen masyarakat untuk dapat membantu pihaknya agar tidak ada anak-anak yang meledakan petasan di daerah itu.

Sebut saja Ambhei (59) Salah satu warga Perumahan Griya Teluk Permai, Pariaman Selatan mengatakan ia sering mendengar suara ledakan petasan usai pelaksanaan shalat Trawih yang di mainkan oleh anak-anak pelajar di daerah itu.

Ledakan petasan itu bukan saja di Pariaman Selatan, bahkan hampir seluruh daerah yang ada di Kota Pariaman. Dengan adanya fenomena seperti itu, membuat warga terusik dengan suara petasan yang saling bersahutan diantara satu komplek ke komplek perumahan lainya.

“ Untung saya masih kuat jantung saya dalam menghadapi ledakan petasan ini, kalau ada salah satu warga yang mempunyai penyakit jantung berkemungkinan bisa lemas dan pingsan,” tandasnya menghakiri. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas