Satreskrim Polres Tanah Datar Grebek Sebuah Gudang Diduga Pabrik Pembuat Madu Palsu

Fhoto : Satreskrim Polres Tanah Datar grebek gudang yang diduga pembuat madu palsu di Koto Baranjak Jorong Baringin, Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar, Rabu (16/05/18).(ddy) 

TANAH DATAR, www.padang-today.com,- Satuan Reskrim Polres Tanah Datar grebek sebuah gudang yang diduga membuat madu palsu yang tidak sesuai dengan standar keamanan pangan  dan mutu pangan, Rabu (16/05/18) di Koto Baranjak Jorong Baringin Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum, Tanah Datar.

Rumah yang diketahui milik ON (39) diduga tidak memiliki izin edar dari pihak yang berwenang dan tidak memiliki standar keamanan dari produk yang dihasilkan.

Kapolres Tanah Datar AKBP. Bayuaji Yudha Prajas melalui Kasat Reskrim AKP. Edwin kepada www.padang-today.com, Jumat (18/05/18) membenarkan pengrebekan tersebut.

Sebelumnya kata Kasat, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, pihaknya melakukan pengintaian selama 15 hari sebelum gudang milik On tersebut di grebek.

“Saat penggrebekan, pada pukul 00.00 wib yang bertempat di Jalan Raya Koto Baranjak, didapati beberapa orang sedang mengangkut pangan (Madu) yang diduga aspal/dioplos sebanyak ± 15 (lima belas) Jerigen keatas sebuah mobil,” ungkap Kasat Edwin.

Setelah dilakukan introgasi terhadap sopir dilapangan ucap Edwin, saksi yang diketahui bernama Mak Dai mengakui kalau madu tersebut diproduksi di Jorong Gunung Medan Nagari Talang Tangah Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar.

“Anggota langsung mendatangi tempat produksi tersebut dan ditemukan barang – barang yang dicurigai alat dan bahan bahan pembuat madu yang diduga palsu. Menurut pemiliknya, aktivitas ini sudah berlangsung 1 tahun dan memasarkan produknya keluar Tanah Datar,” tutur Edwin.

Dalam pengrebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan 1 unit mobil Mitsubishi Colt L 300 warna hitam dengan nomor polisi B 9605 NRU, 45 jerigen seperti madu yg di olah dan siap untuk diedarkan, 13 jerigen seperti madu yg diolah yang baru selesai dimasak, 23 ember seperti madu yg di olah yang baru selesai dimasak,  3 (tiga) buah dandang alat untuk memasak madu. 1 (satu) karung tepung merk Gunung Agung untuk pengental dan 1 (satu) botol Vanille Cap Kunci.

Selanjutnya polisi juga menyita 75 (tujuh puluh lima) bungkus asam sitrum, ½ karung gula pasir warna putih, Termos Kimia Citric AUD Merk Cap Gajah dan 3 (tiga) lusin Pewarna kuning madu merk Smalling Good Brand, 2,5 Bungkus Angel Instan Drayeast untuk pengental madu, 2 (dua) pak bunga lawang untuk merubah aroma.

“Kasus ini masih proses penyidikan, jika terbukti para pelaku akan dijerat dengan UU RI Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dan pasal 8 ayat (1) huruf a huruf f, huruf I, huruf j UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan pasal 106 UU RI Nomor 07 Tahun 2014 Tentang Perdagangan,” pungkas AKP. Edwin.(ddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*