Sawahlunto Serius Cegah Corona, Guru Kembali Di Swab

 

 

Padang-today.com – Pemerintah Kota Sawahlunto kembali melakukan test swab pada guru-guru belum di swab.

“Guru-guru di Kota Sawahlunto swab guna mencegah penyebaran wabah corona (Covid-19) pada siswa didik,”kata Walikota Sawahlunto Deri Asta ketika dihubungi wartawan.

Selain itu lanjut dia test swab juga pada tenaga Tata Usaha Sekolah dan tenaga-tenaga yang melakukan kontak rutin dengan sekolah. “Ini bentuk komitmen pemerintah guna mencegah penyebaran virus corona pada peserta didik dan masyarakat lainnya di Kota Sawahlunto,”pungkas Deri Asta.

Dia menyebutkan, sebelumnya test SWAB tahap pertama terhadap 348 orang tenaga pendidik SLTP dan SLTA se Kota Sawahlunto.

“Hasil test SWAB tahap pertama terhadap 348 orang tenaga pendidik SLTP dan SLTA se Kota Sawahlunto dinyatakan negatif Covid19 oleh Labor Fakultas Kedokteran UNAND yang dipimpin oleh Dokter Andani,”kata dia.

Hasil test yang menggembirakan tersebut, menjadi salah satu indikator dibolehkannya proses belajar tatap muka berlangsung di sekolah-sekolah.

“Swab ini wajib bagi guru-guru di Kota Sawahlunto, bagi guru tidak mau swab dilarang untuk mengajar di sekolah,”tegas Deri Asta.

Deri Asta menyatakan, Proses Belajar Mengajar (PBM) bertatap muka pada SLTA dan SLTP di Sawahlunto telah dimulai pada Senen (13/7) tetap mengacu pada standar protokol kesehatan.

“Kewajiban menjalankan protokol kesehatan dijalankan dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) bertatap muka pada SLTA dan SLTP di Sawahlunto,”kata dia.

Menurut dia, protokol kesehatan sebagai benteng untuk menjaga diri dan lingkungan dari penyebaran virus Corona tersebut harus dilaksanakan dengan optimal.

“Untuk langkah preventif, sebelum Proses Belajar Mengajar (PBM) bertatap muka dimulai kita sudah melakukan SWAB test massal untuk guru-guru SLTA dan SLTP ini,”pungkas dia.

Deri Asta menyebutkan, untuk jumlah siswa belajar dalam ruang kelas dikurangi dimana sebelum berisi 30 siswa, terpaksa harus dikurangai. Meja belajar siswa dalam ruangan diatur jarak 1,5 meter.

Sedangkan untuk proses belajar mengajar dimana 50 persen, bagi sekolah belajar hari Senen, Rabu, Jumat tatap muka untuk Selasa, Kamis, Sabtu non tatap muka. Begitu juga sebaliknya proses belajar tatap muka dilakukan pada Selasa, Kamis, Sabtu.

Sementara jam pelajaran 45 menit dijadikan 30 menit tanpa ada jam istirahat. Khusus guru dilakukan swab, sekitar 80 persen guru-guru mengajar di Kota Sawahlunto telah dilakukan swab, masih ada belum.

“Guru tidak swab dilarang mengajar disekolah,”tegas Deri Asta.(dpd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas