SBY Bahas Gugatan Pilpres, MH17, Hingga ISIS Saat Rapat

gelar-rapat-sby-bahas-gugatan-pilpres-mh17-hingga-isisJakarta, PADANGTODAY.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono siang ini menggelar rapat terbatas kabinet bersama sejumlah menteri. Turut hadir Kapolri Jenderal Pol Sutarman, Jaksa Agung Basrief Arief, Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Kepala BIN Marciano Norman. Rapat pertama usai libur lebaran itu membahas beberapa isu di dalam maupun di luar negeri.

“Rapat ini akan membahas berkaitan dengan perkembangan situasi di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujar SBY, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/8).

Namun sebelum rapat dimulai, SBY mengucapkan terima kasih khusus kepada Kapolri Jenderal Pol Sutarman dan Panglima TNI Moeldoko serta jajaran personelnya yang mengamankan pelaksanaan dan pelayanan selama Lebaran 2014.

“Alhamdulillah, tentu selalu ada masalah-masalah, tapi pada prinsipnya terkelola dan sejumlah kemajuan telah kita capai dibandingkan pelayanan lebaran tahun sebelumnya. Terima kasih Kapolri, Panglima TNI dan jajarannya yang terlibat aktif pelayanan,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/8).

Kemudian, SBY mengungkapkan salah satu isu yang akan dibahas pada rapat ini yakni gugatan Capres-Cawapres Prabowo – Hatta ke MK. Untuk itu, para instansi terkait pengamanan dan kewenangan mengusut gugatan tersebut agar tetap demokratis dan transparansi.

“Semua wajib memastikan segala sesuatunya damai dan demokratis. Dan MK bisa mengemban tugas dengan benar seadil-adilnya dan tentu dengan penuh akuntabilitas, kredibilitas, dan transparansi,” ujarnya.

Pada sambutan rapat ini, SBY sempat berkomentar soal Wikileaks yang menudingnya menerima pencetakan uang dari BI. Selain itu, SBY juga mengungkapkan keprihatinannya kepada tragedi kemanusiaan di Gaza yang diserang Israel.

SBY juga akan mendengar laporkan perkembangan pengusutan jatuhnya pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH17 dan persiapan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang serta pembahasan RAPBN 2015.

“Pastikan bahwa hari-hari mendatang siapkan sebaiknya,” ujar SBY.

Terakhir, SBY menyinggung soal isu ISIS yang dapat mengancam rakyat Indonesia. SBY tidak ingin ada WNI yang terancam keselamatan dan keamanan karena munculnya kelompok ISIS ini.

“Negara bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan yang dapat mengancam warga negaranya sendiri,” pungkasnya.

(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas