Sejak Ratusan Tahun, Ilmuwan Terus Memperdebatkan Makhluk Hidup Pertama Di Bumi

ilustrasi

ilustrasi

Advertisements

PADANGTODAY.COM– Apa makhluk hidup pertama di bumi? Bagaimana mereka bisa terbentuk? Dua pertanyaan itu mungkin adalah hal yang paling sering ditanyakan oleh manusia. Dan jawabannya pun beragam, namun ahli kimia di laboratorium MRC, Universitas Cambridge Inggris mengaku menemukan jawaban sesungguhnya.

Sejak ratusan tahun, ilmuwan terus memperdebatkan apa yang membuat makhluk hidup pertama berhasil lahir dan berevolusi. Baru-baru ini, teori yang berkembang adalah benih-benih makhluk hidup di bumi dibawa oleh komet dan meteorit yang menghantam bumi, Phys.org (19/03).

Nah, teori itu disempurnakan oleh tim kimiawan lab MRC Cambridge. Setelah melakukan sebuah penelitian, mereka percaya bila hanya ada tiga bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat makhluk pertama, yaitu hidrogen sulfida, hidrogen sianida, dan sinar matahari.

Awalnya, meteorit-meteorit dari angkasa yang jatuh di bumi diyakini membawa bahan-bahan khusus yang bereaksi dengan gas nitrogen yang ada di udara untuk membentuk hidrogen sianida dalam jumlah besar.

Hidrogen sianida itu lantas bercampur dengan air, dan kemudian akhirnya bertemu dengan hidrogen sulfida yang banyak terbentuk di sekitar gunung berapi kawah laut.

Lalu, matahari yang menyinari campuran hidrogen tadi dengan sinar ultraviolet. Dari situlah lahir asam-asam nukleat atau senyawa awal pembentuk DNA dan jaringan sel pertama.

Lewat serangkaian penelitian, kimiawan Universitas Cambridge berhasil membuat 50 jenis asam nukleat hanya dari tiga bahan utama kehidupan tadi. Angka tersebut cukup untuk melahirkan sel hidup ke dunia.

Sel yang baru terbentuk lama kelamaan bergabung menjadi satu membentuk organisme baru, semuanya berada dalam air. Oleh sebab itu, ilmuwan percaya bila makhluk hidup pertama berasal dari dalam air sebelum akhirnya berevolusi dan naik ke daratan.
Apabila teori dan penelitian kimiawan Universitas Cambridge diakui benar oleh ilmuwan di dunia, tidak salah lagi bila hal ini adalah salah satu penemuan terbesar dalam sejarah manusia.

(bbo/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*