Sejumlah Warga Mengkhawatirkan Rumah Mereka, Jika Kondisi Talut Tak Segera Diperbaiki

Ilustrasi longsor

Ilustrasi longsor

Advertisements

PADANGTODAY.COM – Talut permanen di Sungai Dengkeng, Klaten, Jawa Tengah sepanjang 30 meter dan tinggi 6 meter terus tergerus derasnya aliran air. Akibatnya kondisi talut di hilir aliran Gunung Merapi itu menggantung dan terancam ambrol.

Sejumlah warga di Dukuh Wiro RT 10/RW 04 Desa Wiro mengkhawatirkan kondisi talut tersebut akan merobohkan rumah, jika tak segera diperbaiki.

Gino pemilik rumah di lokasi tersebut mengatakan, dia dan 4 warga lainnya khawatir talut akan ambrol. Dia mengaku kondisi rumahnya sudah miring akibat talut terkikis.

“Kalau hujan dan arus sungai deras, maka talut bisa ambrol,” ujar Gino, Selasa (10/3).

Camat Bayat Edy Purnomo mengatakan, kondisi talut saat ini sudah mengkhawatirkan. Dari 30 meter talut permanen yang ada, sepertiga diantaranya sudah menggantung karena tanah di sampingnya tergerus.

“Kalau hujan deras dan arus besar di Sungai Dengkeng, warga terpaksa kami ungsikan dulu ke tempat lebih aman,” ucapnya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Klaten, Sri Winoto mengaku sudah menerjunkan TRC dan Tim BPBD untuk melakukan assessment ke lokasi. Menurut dia, di daerah tersebut tepatnya di samping talut permanen telah longsor. Dia mengaku sudah melakukan penanganan.

“Sebenarnya kami sudah memperbaiki talut di sana, namun arus yang deras kemarin malah menggerus tanah bawah talut sehingga talut menjadi rawan longsor,” tukasnya.

Pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan pemerintah desa dan posko bencana Kecamatan Bayat guna melakukan langkah terbaik untuk penanganan masalah tersebut.

“Untuk pengamanan darurat kami telah menyiapkan relawan dari TNI, Polri yang akan dibantu warga setempat,” pungkasnya.

(hhw/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*