Sekdako Benni Warlis: Manfaatkan Sop Untuk Minimalisir Konflik dan Miskomunikasi

Setdako Benni Warlis

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Standar operasional prosedur (SOP) merupakan serangkaian instruksi tertulis yang didokumentasikan dari aktivitas rutin dan berulang yang digunakan oleh sebuah organisasi perangkat daerah (OPD). Dan pada hakekatnya untuk menghindari miskomunikasi,konflik, dan permasalahan pada pelaksanaan tugas atau pekerjaan.

Hal tersebut terungkap saat pidato sambutan oleh Sekretaris daerah kota Payakumbuh Benni Warlis yang membuka pelatihan teknis penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) administrasi pemerintahan di Aula Lantai 3 Balaikota di Bukik Sibaluik, Senin (3/4). Pelatihan yang dibidani oleh Bagian Organisasi Sekretariat Daerah berlangsung selama 2 (dua) hari itu diikuti oleh seluruh utusan dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemeritah kota Payakumbuh.
Dalam sambutannya Sekdako Benni Warlis mengharapkan agar peserta serius dalam mengikuti pelatihan ini hingga usai, agar nanti di tempat kerja masing-masing memiliki aturan tertulis dalam setiap pelaksanaan kegiatan.

“Ikutilah pelatihan ini dengan serius. Dapatkanlah sejumlah manfaat yang nantinya bisa diterapkan di tempat kerja masing-masing”, pinta Sekdako Benni Warlis.
Selanjutnya Benni Warlis menyampaikan, membuat SOP, menetapkannya dan melaksanakannnya adalah tahapan yang benar-benar kita terapkan di tempat kerja. Jangan sampai SOP dibuat dan disusun namun hanya diletakkan di lemari dan tak pernah lagi di manfaatkan dalam setiap kegiatan rutin.

“Jangan sampai SOP yang dibuat itu hanya sebagai bahan pajangan lemari atau menjadi tumpukan kertas di meja kerja. Manfaatkanlah SOP tersebut untuk memandu kita dalam setiap pekerjaan”, ajak Sekdako.
Benni Warlis menambahkan bahwa SOP dibuat tidak hanya sebatas membantu pekerjaan sehari-hari namun untuk mengurangi resiko kerja yang berimbas pada masalah hukum, maupun miskomunikasi dengan organisasi atau entitas lain.

“Keberadaaan SOP tidak hanya membantu kita dalam pelaksanaan tugas rutin, namun juga melindungi pelaksana kegiatan dari resiko kerja yang berimbas pada ranah hukum atau masalah miskomunikasi dengan pihak lain, pungkas Benni Warlis.

Sementara itu Kepala Bagian Organisasi Yasrizal didampingi Kasubag Tata Laksana Fitria Nazmi menginformasikan bahwa pelatihan ini berlangsung selama 2 (dua) hari yaitu hari ini, Senin (3/4) hingga Selasa (4/4) dan diikuti oleh 70 (tujuh puluh) orang peserta dari seluruh OPD.

Yasrizal menambahkan pelatihan ini mendatangkan seorang narasumber handal dibidang penyusunan SOP administrasi pemerintahan ini dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI yaitu Adrinal Tanjung, yang kesehariannya sebagai Kepala Bidang Penyiapan Kebijakan Tata Laksana.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas