Sekolah Akhir Pekan Guru Dibuka di Kota Padang

 

Padang, PADANGTODAY.com-Jika tidak senantiasa di-upgrade, setiap pekerjaan yang dilakukan rutintentu akan dapat menjenuhkan. Begitu juga dengan profesi sebagai seorang guru, berhari-hari bahkan bertahun-tahun mengerjakan tugas mengajar sekaligus mendidik siswa membuat para guru membutuhkan penyegaran. “Agar senantiasa semangat untuk melakukan yang terbaik demi siswa dan demi pendidikan tanah air, para guru harus diperhatikan kebutuhannya, baik materil maupun immateril,” Koordinator Program untuk Wilayah Sumatera Barat, Rizki Ikhwan, Rabu (21/1).

Dilanjutkannya, dalam rangka terus menjaga semangat profesi guru dan usaha meningkatkan kualitas serta kreatifitas guru, Dompet Dhuafa membuka School of Master Teacher. “Program ini dilakukan di seluruh Indonesia dengan sasaran program adalah para guru sekolah dasar,” paparnya.

Sudah lebih dari 25 sekolah yang mendapatkan undangan untuk mengutus guru pilihannya. Sekolah setiap akhir pekan selama empat bulan tersebut diberikan cuma-cuma kepada para guru. Kalau biasanya untuk mendapatkan pelatihan-pelatihan pengembangan diri (di luar program pemerintah) itu harus bayar, Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa menyediakan gratis. Sekolah akan diisi oleh pakar-pakarnya, baik itu di bidang pengajaran, pendidikan, ict, ataupun bidang-bdang lain yang berkaitan dengan pengembangan kreatifitas guru.

School of Master Teacher, merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama dalam mengukuhkan kapasitas guru untuk menjadi guru transformatif. Dengan mengusung model guru dengan kapasitas sebagai pendidik, pengajar, dan pemimpin diperkirakan akan mampu menciptakan transformasi di bidang pendidikan.

Guru SDN 01 Alang Lawas, Ribosnita mengungkapkan bahwa Program School of Master Teacher ini sangat menarik dan positif karena sangat membantu mengasah kreativitas guru dalam mengajar. “Untuk para guru yang ingin senantiasa menambah kapasitas ilmu dan kemampuan mengajarnya, sekolah akhir pekan yang tidak akan mengganggu tanggung jawab mengajar ini tentu akan sangat berdampak positif,” tuturnya.

Pendaftaran sudah dibuka. Guru-guru yang mendaftar akan diseleksi sebelum dinyatakan lulus sebagai peserta program. Seleksi dilakukan dua tahap, seleksi berkas pendaftaran (21 Januari 2015), interview dan microteaching (24-25 Januari 2015). Pengumuman kelulusan akan keluar 27 Januari, sementara tanggal 1 Februari akan dilakukan stadium general dan Orientasi bagi para guru yang lulus.

Syarat calon peserta yakni muslim/muslimah, batasan Usia 25-35 Tahun (terhitung dari 20 Januari 2015), pendidikan minimal S1 dari berbagai latar belakang jurusan, pengalaman mengajar minimal 2 tahun (PNS/ NON-PNS), sehat jasmani dan rohani, tidak dalam keadaan hamil (khusus wanita), dan berasal dari sekolah yang mayoritas siswanya berlatar belakang miskin. Selain itu, peserta juga harus mendapatkan surat rekomendasi atau surat tugas dari pihak sekolah asal mengajar, bersedia tidak merokok (Pria/ Wanita) selama menjalani program, bersedia menandatangani MOU atau Surat Kesepakatan antara calon Peserta dengan pihak Menejemen SGI, dan disarankan untuk memiliki smartphone untuk memudahkan proses komunikasi. Info lebih lanjut, hubungi Rizki Ikhwan 0813 7442 4626 atau Arda 0813 7496 3185. (winda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*