Sekolah Yani Bukan Mimpi lagi

Farras Yani (13), anak penderita autis yang memiliki semangat untuk bersekolah.

Farras Yani (13), anak penderita autis yang memiliki semangat untuk bersekolah.

Padang, PADANGTODAY.com-Terlahir berkebutuhan khusus, tak menghambat obsesi Farras Yani (13), untuk dapat bersekolah.

Yani, membawa gejala autis semenjak ia lahir. Apa daya, kondisi tersebut juga membuat Yani membutuhkan tempat belajar khusus agar dapat mengembangkan bakat dan kemapuannya.

Belajar di Sekolah Luar Biasa, membutuhkan biaya yang juga luar biasa. Sementara Ibu kandung Yani, Nilawati (46), hanya orangtua tunggal dengan profesi wartawan salah satu media pemberitaan Sumbar.

Nilawati ditinggal suaminya menikah lagi setelah Yani lahir. Meski tangguh hidup mandiri bersama Yani, namun biaya pendidikan dirasa cukup mahal untuk direalisasikan.

Bertekad demi pendidikan putri semata wayangnya, warga Ulak Karang kec. Padang Utara ini mendatangi Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singggalang pertengahan April lalu.

“Saya mendatangi Dompet Dhuafa Singgalang, karena telah putus asa melihat biaya pendidikan SLB yang besar,” ungkap Nilawati lirih.

Tekad Nilawati berbuah manis. Selain memberikan bantuan pendidikan, Branch Manager Dompet DhuafaSinggalang yang bermitra dengan Ketua Yayasan SLB Negeri 2 Padang, Pak Icun, mengkomunikasikan perihal Yani.

“Alhamdulillah, lewat komunikasi tersebut Pak Icun bersedia menyekolahkan Yani secara gratis untuk tahun ajaran mendatang,” jelas Musfi.

Mendengar hal tersebut, tentu Yani gembira tiada kepalang.

“Terimakasih atas pertolongan Dompet Dhuafa Singgalang, sehingga sekolah Yani bukan mimpi lagi,” tutup Nilawati dengan mata berkaca-kaca.(nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*