Sektor Pertanian Masih Menjadi Andalan Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Padangpariaman

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni turun kesawah melihat persawahan para petani.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni turun kesawah melihat persawahan para petani.

PADANGPARIAMAN, PADANGTODAY.com– Sektor pertanian hingga kini masih menjadi handalan bagi Pemkab Padangpariaman dalam meningkatkan perekonomian masyarakat daerahnya. Sebab, Padangpariaman memiliki potensi lahan pertanian yang sangat luas.

Bahkan lahan persawahan masyarakat Padangpariaman hingga kini selalu mendapatkan hasil yang memuaskan. Sehingga Padangpariaman setiap tahun selalu surplus beras. Semua itu karena sangat serius mengarap sektor pertanian.

“Sampai tahun ini kita Padangpariaman selalu surplus beras. Dengan kondisi demikian ekonomi masyarakat pasca gempa bumi tahun 2009 meningkat karena lahan pertanian,” kata Kepala Dinas Pertanian Padangpariaman Yurisman kepada Padangtoday, kemarin.

Melihat kondisi demikian, Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni meminta kepada semua masyarakat untuk giatkan menggarap lahan-lahan pertaniannya. Sehingga ke depan tidak ada lagi lahan-lahan kosong di Kabupaten Padangpariaman.

“Kita Pemkab Padangpariaman selalu siap untuk program-program pro rakyat. Semua itu kita lakukan untuk kemajuan Padangpariaman dalam segala bidang. Untuk itu, dukungan semua masyarakat daerah ini sangat menentukan,” kata Ali Mukhni.

Katanya, pemkab memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan swasembada pangan nasional. Bahkan Pemkab Padangpariaman mendapat apreasiasi oleh pemerintah pusat dalam meningkatkan swassembada pangan ini.

Kemudian Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI Hasanudin Ibrahim apresiasi Bupati Ali Mukhni yang bersinergi dalam mensukseskan program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi tentang ketahanan pangan nasional.

“Kita apresiasi Bupati Padangpariaman beserta jajaran yang sangat fokus dalam bidang pertanian demi mewujudkan swasembada beras di Sumbar. Saya lihat hampir seluruh sawah masyarakat tumbuh subur dan memiliki irigasi yang bagus,” kata Ketua Tim Opsus Padi, Kedelai dan Jagung itu saat meninjau areal persawahan sekaligus tanam perdana benih padi oleh masyarakat petani di Korong Kampung Rimbo Nagari Padang Bintungan.

Dijelaskannya, saat ini pemerintah sedang mencanangkan gerakan penerapan pengelolaan tanaman terpadu padi dan jagung. Untuk di Padangpariaman mendapatkan 200 hektar lahan pertanian dari 2500 hektar yang akan dibantu di Sumatera Barat. Sedangkan untuk tanaman jagung dibantu sebanyak 500 hektar yang tersebar di seluruh kecamatan.

Selanjutnya, lebih jauh disampaikan Ali Mukhni, daerahnya memiliki potensi yang menjanjikan di bidang pertanian. Untuk mendukung kegiatan tersebut, telah dibangun mega proyek irigasi Anai II yang membelah dua wilayah Padangpariaman mulai dari Lubuk Alung hingga perbatasan Kota Pariaman.

“Dengan adanya Irigasi Anai II akan mengairi sawah masyarakat seluas 7000 hektar. Kita optimis tahun ini Padangpariaman akan swasembada beras yang jumlah produksi lebih meningkat dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Ditambahkannya, penanaman perdana bibit padi juga telah dilakukan di Korong Kasai, Kecamatan Batang Anai. Kegiatan tersebut dipelopori oleh jajaran Korem 032 Wirabraja dan Kodim 0308 Pariaman. Ia berharap areal persawahan tersebut menjadi pilot project nasional karena telah dipersiapkan secara matangp.

Sedangkan Kadis Pertanian Padangpariaman Yurisman menambahkan mengatakan gerakan penerapan pengelolaan tanaman terpadu padi dan jagung tersebut akan dicanangkan oleh Gubernur Irwan Prayitno bersama Dinas Pertanian Propinsi Sumbar.

Ia mengaku siap menjadikan Padangpariaman sebagai salah satu lumbung beras terbesar di Sumbar. “Insya Allah, gerakan penerapan pengelolaan tanaman terpadu padi dan jagung di Kampung Rimbo ini akan dikunjungi Gubernur. Kita bertekad wujudkan swasembada beras di Padangpariaman,” tambahnya.

Katanya, Pemkab Padangpariaman saat ini fokus dalam mensukseskan program Jokowi-JK dalm bidang pertanian. Ia mengakui perhatian pemerintah pusat untuk mewujudkan swasembada pangan sangat tinggi melalui program GP-PTT, rehab irigasi dan optimalisasi lahan. Ia berharap Padangpariaman menjadi salah satu lumbung beras terbesar di Sumatera Barat.

“Sesuai arahan bupati, bahwa Padangpariaman bertekad untuk meningkatkan swasembada pangan nasional untuk ketahanan pangan nasional. Mohon dukungan seluruh stakeholders dan masyarakat,” tandas Yurisman.

Ditambahkan Ali Mukhni, hingga kini setiap tahun terus terjadi peningkatan produksi padi. Tahun 2014 saja Padangpariaman surplus beras hingga 50 parsen dari kebutuhan masyarakat.

“Tahun ini telah ditetapkan sebanyak 290.600 ton Gabah Kering giling (CKG) dari luas panen 54.830 hektar dengan produktivitas 5,3 ton per hektar . Untuk mencapai sasaran tersebut telah dilakukan program dan kegiatan melalui APBN, APBD propinsi dan kabupaten,” ujarnya.

Mulai dari Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) padi seluas 2500 Ha dengan melibatkan 100 kelompok tani (keltan), menanam jagung seluas 500 hektar untuk 20 keltan. Melakukan Optimalisasi Lahan (OPL) seluas 300 hektar untuk 19 keltan.
“Kemudian melakukan perbaikan irigasi seluas 1000 hektar untuk 18 keltan, bantuan alsintan, bantuan combine henverster, pengembangan Irigasi Anai Tahap II seluas 7.000 hektar tahun 2016 telah dioperasional dan pembuatan jalan usaha tani,” tambahnya mengakhiri. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas