Selain Bolos, Pelajar Ditangkap Satpol PP saat Mengisap Lem

Pelajar yang diamankan Satpol PP.

Pelajar yang diamankan Satpol PP.

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Tim patroli Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bergerak cepat. Tim yang dipimpin langsung  oleh Kasatpol Pol PP Fauzi Firdaus, SP, itu berpatroli dan menangkap 10 pelajar dari tiga sekolah berbeda yang tengah asik menghisap lem.

Kesepuluh pelajar itu diciduk petugas Satpol PP di pandam perkuburan WNI keturunan Tiongha di Bukik Cina Kelurahan Padang Karambia, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Rabu (7/9). Kesepuluh pelajar itu cabut dari sekolahnya pada jam belajar.

Saat digerebek, hari menunjukkan pukul 10.00 WIB. Kesepuluh pelajar tersebut tengah duduk berpencar di atas kuburan dengan lem Q yang masih berada di tangan.

Mereka langsung diamankan petugas untuk selanjutnya digiring ke Markas Besar Satpol PP di perkantoran di lapangan eks-Poliko Payakumbuh. Semuanya datang ke TKP dengan memakai sepeda motor.

Dari sepuluh pelajar, lima di antaranya adalah laki-laki dan lima lagi perempuan. Tidak diketahui, apakah mereka pasangan kekasih atau bukan. Namun menurut pengakuan kepada petugas, mereka hanya sebatas bersahabat saja.

Setelah diinterogasi penyidik, kesepuluh pelajar tersebut, mengaku iseng-iseng saja menghisap lem.

“Kami hanya iseng dan ingin tahu saja, bagaimana rasanya  mengisap lem. Bukan karena kecanduan,” kata salah satu pelajar yang diamankan kepada petugas.

Kesepuluh pelajar yang masih berseragam sekolah itu baru dilepas petugas, setelah orang tua dan guru sekolah mereka datang ke Mabes Satpol PP. Semuanya membuat perjanjian di atas kertas bermaterai yang diketahui oleh orang tua dan guru sekolah.

Kapolsek Payakumbuh Kompol Russyirwan yang diminta datang ke Mabes Satpol PP, bersama Kasatpol PP Fauzi Firdaus, meminta agar para orang tua dan guru meningkatkan pengawasan terhadap putra-putrinya. Keduanya juga mengajak untuk selalu menjalin kerjasama dalam pembinaan generasi muda,  dalam upaya menekan angka kenakalan remaja di kota ini.

“Jangan segan-segan menghubungi kami, jika ada siswanya yang cabut dalam jam belajar,” ingatnya keduanya.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*