Selamat Jalan Pak Ibrahim (Pahlawan Kaum Dhuafa) Oleh Imam Mashroni Corps Da’i DD

teropong-(5)

Advertisements

PADANGTODAY.com-Sungguh betapa sempurna dan mulianya ajaran Islam. Nilai agama ini tidak hanya mengajarkan manusia berhubungan dengan penciptanya. Lebih dari itu, Islam juga mengatur satu peradaban manusia yang bisa berhubungan baik dengan sesamanya, bahkan bagaimana sikap manusia ini terhadap alam sekitar juga telah diatur dengan jelas.

Salah satu ajaran Islam yang sangat mulia adalah bentuk perlakuan Islam terhadap anak yatim dan dhuafa (miskin). Di dalam Haditsnya yang mulia, yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari 5304. Rasulullah Muhammad Saw. pernah bersabda: Aku (Rasulullah) dan para penyayang anak yatim nanti akan seperti ini (sambil beliau mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya yang di rapatkan) di syurga. Bahkan Allah Swt., juga berfirman: Tahukah kamu, siapakah orang yang mendustakan agama itu. Yaitu orang-orang yang menghardik (tidak sayang) anak-anak yatim, dan tidak mendorong (peduli) untuk memberi makan orang-orang miskin. (Al-Quran, surat Al-Maa’un: 1-3).

Barangkali inilah salah satu alasan yang mendorong Allaahu Yarham (almarhum) Drs. H. Ibrahim, MM, untuk berkhidmad (melayani) anak yatim dan dhuafa. Awalnya hanya berbentuk santunan-santunan, terus karena semakin banyak akhirnya beliau mendirikan Rumah Singgah dan di dalam Asrama Rumah Singgah itu pulalah anak-anak asuhnya diberikan keterampilan-keterampilan sesuai bidang beliau. Agar para anak asuhnya itu nanti bisa mandiri. Puncaknya, melalui yayasan yang beliau gawangi, Yayasan Bina Nusantara ISAFAT, lahirlah Pesantren, MTs (Madrasah Tsanawiyah) dan yang paling fenomenal adalah SMK Dhuafa-nya.

Itulah yang menjadi salah satu cita-cita dari beliau yaitu mendirikan Istana buat anak Yatim dan Dhuafa serta terlantar. Memang secara lahiriahnya segala kegiatan Yayasan ISAFAT tidak ada kaitannya dengan Dompet Dhuafa, namun kita adalah sama-sama lembaga sosial yang mempunyai harapan yang sama. Memberdayakan anak yatim dan kaum dhuafa.

Saat ini, jumlah anak yatim dan dhuafa ini di Kota Padang lebih dari 5000 jiwa anak. Berdasarkan data dari Badan Kerjasama Panti Asuhan Padang (BKSPA) saja sudah 1200 anak yang di asuh di 24 Panti Asuhan. Belum lagi lembaga-lembaga sosial lain seperti Dompet Dhuafa Singgalang, ISAFAT, Rumah Qur’an, Rumah Tahfizh dan mereka-mereka yang berada di luar asrama atau lembaga resmi.

Siapapun kita, patut kiranya menyadari bahwa mereka anak yatim, dhuafa dan terlantar itu adalah bagian dari kita juga. Mereka mempunyai hak yang sama dengan kita, bahkan kita mempunyai kewajiban untuk menyantuni dan menyayangi mereka, semampu kita.

Semua kita tentu merindukan kebersamaan dan kedekatan dengan sang kekasih-Nya (Rasulullah Muhammad) di syurga yang telah dijanjikannya. Untuk mewujudkan itu tentunya kita harus bersama-sama, agar kebermanfaatan kita sebagai semakin nyata.

Mari bersama menjadikan anak-anak yatim, dhuafa dan terlantar itu menjadi manusia yang seutuhnya. Sebagaimana Bapak Ibrahim. Selamat jalan Pak Ibrahim, cita-citamu adalah cita-cita kami semua. Semoga cinta dan kasih sayang kepada anak yatim dan dhuafa ini dapat membuat kita bisa bersama-sama di Syurga dengan Rasulullah SAW, kekasih ummat sejagad raya. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.(dil/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*