Masuki Tahap Akhir, Seleksi Penerimaan Guru Pesantren ICBS Hanya Akan Loloskan Puluhan Peserta

Pesantren Terpadu Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Sumatera Barat.

Pesantren Terpadu Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Sumatera Barat.

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Usai menerima lebih dari 1100 pendaftar, perekrutan tenaga guru dan karyawan Pesantren Terpadu Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Sumatera Barat memasuki tahap akhir, Rabu (1/6/2016). Dari jumlah pendaftar tersebut, hanya tersisa sebanyak 61 orang saja.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Pimpinan Pesantren ICBS Sumbar, Ustadz H Hannan Putra Lc. Dikatakan  Ustadz Hannan, pendaftaran guru dan karyawan yang dibuka semenjak awal Januari 2016 diikuti banyak pihak dengan antusias. Seleksi digelar dalam tiga tahapan.

“Kita ada tiga tahapan. Tahapan pertama, seleksi administrasi. Dari seribu lebih yang mendaftar, hanya bisa kita luluskan 150 orang. Tahap kedua, tes tulis dan wawancara. Dari 150 orang tersebut kita luluskan 61 orang. Tahap ketiga ini tes microteaching. Kira-kira kita luluskan sepertiganya nanti yang akan bergabung dengan keluarga besar ICBS,” papar Ustadz Hannan.

Menurutnya, para pendaftar begitu antusias mengikuti seleksi yang diadakan pihak pesantren. Selain berasal dari daerah di Sumatera Barat, juga beberapa peserta datang dari kota di provinsi lain.

“Pendaftar kita ada yang dari Aceh, Medan, Jambi, Makasar, Pekan Baru, dan kota-kota besar lainnya. Mereka sangat antusias untuk menjadi guru mata pelajaran, pembina asrama, tata usaha, sekuriti, tenaga kesehatan, administrasi, dan sebagainya,” jelasnya.

Kepala SDM Pesantren ICBS, Ustadz Reno Candra SPd menambahkan, tes micro teaching yang digelar selama dua hari (1-2 Juni 2016) tersebut digelar di Aula dan ruang kelas Pesantren ICBS. Ia katakan, hasil kelulusan tes akan diumumkan selambat-lambatnya dua pekan kemudian di website icbspayakumbuh.sch.id yang dapat diakses secara terbuka.

Ustadz Reno juga menegaskan, nantinya mereka yang lulus akan diberikan pembekalan khusus tentang kepesantrenan dan model mengajar dengan standar ICBS.

“Mungkin yang menyesalkan, mengapa dari seribu lebih yang mendaftar, hanya diterima beberapa puluh orang saja? Kita memerlukan orang-orang yang berkualitas, cinta dengan dunia pendidikan, dan punya ruh sebagai guru. Ada 1085 orang santri yang kita pertaruhkan pendidikannya kepada guru-guru baru ini nantinya. Itulah alasannya kami benar-benar menyaring orang-orang yang mumpuni dan bekompeten,” terangnya.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*