Semangat Doni Sartika, S.IP, Pimpin “Bola Bocor” Sepak Takraw Lima Puluh Kota

Doni Sartika, S.IP.

Dilahirkan di Nagari Suayan, Jorong Suayan Randah Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota, 11 Juni 1984. Sosok Doni Sartika, S.IP dikenal sebagai wasit andal. Kini, memimpin Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Lima Puluh Kota.

Advertisements

Orangnya cukup ambisius di prestasi olahraga ini. Berpendidikan TK Aisiyah, SDN 02 Suayan, MTsN Piladang, MAN 1 Payakumbuh, UniversItas Andalas. Suka beorganisasi Pengurus OSIS Piladang, Ketua Pimpinan Ranting Remaja Muhammadiyah Suayan, Ketua ASK Pimpinan Daerah Remaja Muhammadiyah Lima Puluh Kota, Ketua Umum Osis MAN 1 Payakumbuh, Penggurus HIMPPAS (Himpunan Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Suayan), Ketua ASK Pimpinan Wilayah  Ikatan Remaja Muhammadiyah, Ketua Umum IPPD SP Suayan, Ketua Umum Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah.

Lalu, Pengurus ASKAB PSSI Divisi Futsal Lima Puluh Kota, Ketua Liga Sepak Bola Universitas Andalas, Ketua Bidang Sepak Bola Unit Kegiatan Olahraga Universitas Andalas, Ketua Umum Unit Kegatan Olahraga Unand, Manager Tim Sepak Bola Univ.Andalas Liga Mahasiswa Sumatera, Dewan Kehormatan UKO Universitas Andalas, Peserta Muktamar Pemuda Muhmadiyah di Padang, Peserta Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta 2018, Tim survei LSI, Tim Survei LSM Bintang Baru Indonesia.

Sederet prestasinya, Anggota Wasit sepak bola Padang / Lima Puluh Kota aktif, Anggota Wasit Futsal Sumbar sampai Sekarang, Manager tim Liga Sepak Takraw di Padang 2021, Pelatih Tim Sepak Bola Universitas Andalas, Tim sepak Takraw Universitas Andalas Kejurnas Pekanbaru, Asisten Pelatih Nilmaizar Tim Sepak Bola Universitas Andalas, Asisten Pelatih Afdal Yusra Tim Sepak Bola Universitas Andalas, serta Asisten Pelatih Hasan Pramono Tim Sepak Bola Universitas Andalas.

Ditanyakan sejauh mana Anda kenal dengan sepak takraw, sejak kecil, remaja, atau baru kenal? Doni Sartika menjawab bahwa sepak takraw di nagari suayan merupakan olahraga unggulan dan di tempat saya banyak di lahirkan pemain takraw. Tapi sayang kehebatan itu tidak disalurkan. Kalau kenal sudah dari SD, saya sudah bergelut dengan bola bocor.

“Sepak takraw di Lima Puluh Kota potensial untuk dikembangkan kita banyak bibit muda dari kelompok umur tapi sayang terkelola dengan baik. Ini harus kita prioritaskan untuk pembinaan. Perlu ada sebuah liga kelompok umur dan kita akan komuniksi dengan instansi terkait,” kata Doni Sartika yakin.

Perkembang atlet-atlet kita, lanjutnya saat ini sungguh menjanjikan kalau dibina dan diasah kemampuannya. Saat ini PSTI Lima Puluh Kota sudah memprogram berapa agenda uji coba dgn PPLP dan pengcab Kota padang.

“Untuk skuad atlet kita bercampur. Ada yang senior dan juga junior tapi dominsi oleh junior-junior ini kalau bisa digabungkan nantinya. Kondisi kini sangat menyulitkan untuk pendanaan karena persoalan ekonomi kita di seluruh Indonesia saat ini,” ujar Doni Sartika, S.IP. mengakui.

Tapi, untuk latihan tetap lanjut dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Anak-anak tetap semangat untuk belajar dan berlatih.

Hari ini, katanya, tidak bisa banyak berharap bantuan dan pendanaan ke pemerintah. Pengurus mesti berani dan inisiatif untuk membangkitkan dari kondisi keterpurukan sekarang.

“Untuk sepak takraw ini olahraga rakyat dan sangat mudah untuk di bidang perlengkapan, dimana ada yang menyediakan alat sepak takraw. Olahraga Sepak Takraw adalah olahraga rakyat dan disenangi semua.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*