Seorang Guru Dipenjara Karena Cabuli Muridnya Yang Anak Yatim

2ilustrasi pencabulanKalimantan Tengah, PADANGTODAY.com – Kapolres Kotawaringin Timurenangani proses hukum kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru di Sampit, Kalimantan Tengah, AKBP Himawan Bayu Aji mengatakan, meskipun dari pihak keluarga korban dengan pelaku sudah berdamai, namun, proses hukum atas tindakan asusila tersebut tetap dilanjutkan.

Advertisements

Himawan menjelaskan bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut agar terlihat secara jelas sejauh mana tindakan yang dilakukan pelaku. Hingga saat ini, penyidikan atas kasus tersebut terus berjalan, sedangkan guru cabul tersebut harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan meringkuk di balik jeruji.

Kasus dugaan pencabulan oleh seorang guru berinisial IS itu, diketahui setelah korban yang merupakan muridnya, mengadu kepada keluarganya telah dicabuli oleh tersangka. Tidak terima atas perlakukan tersebut, keluarga korban pun melaporkan masalah itu ke polisi.

Sejak beberapa hari lalu, IS telah ditahan di Mapolres Kotawaringin Timur untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut. Korban yang diketahui merupakan anak yatim tersebut didampingi petugas yang berkompeten untuk menghilangkan trauma atas kejadian yang dialami tersebut.

Hasil penyelidikan sementara, antara pelaku dan korban diduga sudah kenal cukup akrab dan sering berkomunikasi. Untuk itulah, katanya, penyidik masih mendalami lebih jauh, apakah kasus tersebut masuk kategori pencabulan atau pemerkosaan.

“Kalau ternyata sebelumnya ada rayuan, kasusnya bisa dikategorikan sebagai pencabulan. Namun apabila ada unsur pemaksaan, maka kasus ini bisa dimasukkan ke dalam pemerkosaan,” kata Himawan.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*