Sepasang Patung Kuda Perunggu Milik Hitler Telah Ditemukan

Patung kuda yang dibuat dari perunggu itu dulu berdiri tegak di luar kantor Adolf Hitler di Berlin.

Patung kuda yang dibuat dari perunggu itu dulu berdiri tegak di luar kantor Adolf Hitler di Berlin.

Berlin, PADANGTODAY.COM-Kepolisian Jerman, Rabu (20/5/2015), menemukan kembali dua patung kuda berukuran asli terbuat dari perunggu bernilai jutaan dolar AS. Kedua patung kuda itu dulu berada di luar kantor Adolf Hitler namun hilang saat Tembok Berlin runtuh.

Kepolisian mengatakan, menemukan mahakarya yang telah lama hilang itu di sebuah gudang setelah melakukan 10 penggerebekan di lima negara bagian yang mengincar delapan tersangka anggota jaringan penyelundup barang seni. Para tersangka itu berusia antara 64-79 tahun.

Adolf Hitler, di masa puncak rezim Nazi, memerintahkan pembuatan ribuan patung dari perunggu dan marmer di saat dia berencana mengubah Berlin menjadi ibu kota dunia dengan nama Germania.

Di antara benda-benda seni itu terdapat sepasang patung kuda karya Josef Thorak (1889-1952) yang dinamai “Walking Horses”. Kedua patung ini dipasang di luar kantor Hitler sehingga di bisa selalu memandangi kedua kuda perunggu itu.

Harian Bild mengabarkan, para pencuri barang-barang seni selama beberapa tahun terakhir mematok harga 4,4 juta dolar di pasar gelap untuk kedua patung yang selamat dari kehancuran di hari-hari akhir rezim Nazi berkuasa.

Saat arus Perang Dunia II berbalik arah dan Berlin terus menerus dihujani bom, kedua patung itu dipindahkan ke sebuah kota di sebelah timur Berlin pada 1945. Saat itu, kota tersebut kemudian diduduki pasukan Rusia.

Kedua patung kuda itu kembali muncul pada 1950 di lapangan olahraga sebuah barak militer Tentara Merah di kota Eberswalde, yang saat itu merupakan wilayah Jerman Timur.

Patung itu berada di sana selama 38 tahun berikutnya dan seiring waktu berjalan mengalami sejumlah kerusakan. Bild melaporkan kedua patung itu dicat dengan warna emas, rusak akibat terkena peluru dan ekor kedua patung itu rusak dan diperbaiki asal-asalan.

Bahkan tak jarang anak-anak menunggangi kedua patung itu. Beberapa dekade kemudian, seorang pakar sejarah seni menemukan kedua patung kuda itu dan menulis sebuah artikel tentang kuda-kuda perunggu itu. Artikel tersebut dipublikasikan pada awal 1989.

Namun, beberapa pekan setelah artikel itu terbit, kedua patung kuda tersebut menghilang. Diduga rezim pemerintah Jerman Timur menjual keduanya saat membutuhkan dana di kala perekonomian negeri itu ambruk.

Setelah menghilang selama seperempat abad, kedua patung itu ditemukan di sebuah gudang di Bad Duerkheim, di negara bagian Rhineland-Palatinate.

Harian Bild menyebutkan, untuk sementara kedua patung itu menjadi hak milik Jerman namun terbuka kemungkinan keturunan sang pencipta secara legal melakukan klaim untuk memiliki kedua patung bersejarah itu.

(AFP/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*