Serambi Derby I Dibuka Oleh Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim

Serambi Derby I Dibuka Oleh Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim.

Serambi Derby I Dibuka Oleh Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim.

Advertisements

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Fakum setelah hampir 5 tahun, helat pacu kuda kembali digelar di masa kepemimpinan Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis. Serambi Derby I yang menutup bulan Maret kemarin, dirasakan hamper seluruh lapisan masyrakat kota berjuluk Serambi Mekkah itu dalam berbagai hal.

Tidak hanya sebagai hiburan yang telah lama dinantikan segala usia masyarakat berhawa sejuk itu, namun secara langsung juga mendatangkan multi efek manfaat. Secara fakta, selama dua hari pacuan kuda digelar di kawasan GOR Bancahlaweh tersebut, anak nagari tua dan muda dari Padangpanjang Batipuh X Koto (Pabasko) berbaur menjadi satu.

Bahkan di satu sisi penting dalam setiap agenda pemerintahan Hendri Arnis yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat itu, Serambi Derby I telah menunjukkan terjadinya pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Bagai mana tidak, peserta pacuan yang tidak hanya datang dari Sumatera Barat saja, seperti rombongan Aceh, Riau dan Medan dipastikan telah membelanjakan uang mereka di Padangpanjang.

Walikota Padangpanjang H Hendri Arnis meminta agar alek pacukuda di Padangpanjang tidak berhenti sampai disini. Setiap tahun perlu dilaksanakan sebagai ajang berhibur bagi masyarakat di Padangpanjang dan sekitarnya. Apalagi pacukuda di Padangpanjang memiliki historis pertama yang dikisahkan dalam buku karya Hamka “Tenggelamnya Kapal Van der Wick”.

“Pacu kuda telah menjadi salah satu tradisi di Pabasko. Karena itu pemerintah sangat berharap ke depannya dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dalam agenda tahunan. Meski banyak pihak menilai Serambi Derby I terlaksana dengan baik, namun tetap dijadikan sebagai pembelajaran dengan melakukan evaluasi demi pelaksanaan yang lebik baik lagi ke depannya,” tutur Wako Hendri Arnis.

Ketua Panitia Pelaksana Yunelson menjawab, Serambi Derby I ini terbukti sukses dan merupakan sejarah terbanyak pengunjung sepanjang ada pegelaran pacu kuda di Padangpanjang ini. Namun demikian, panitia berharap kepada pemerintah untuk lebih membenahi track pacuan.

“Sebagai impian kami, pacuan ini ke depannya bisa ditanami rumput bak layaknya lapangan untuk menjaga stabilisasi landasan pasir dari ancaman abrasi air hujan. Sebab Padangpanjang sulit diprediksi hujan dan cerahnya, dan ini dapat mengganggu kualitas track saat dilaksanakannya pacuan. Namun secara umum track Padangpanjang berkualitas baik,” jawab Yunelson. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*