Sergap Payakumbuh, Intelek dan Berkembang

1-SERGAP---SCOOTER-GELAMAI-PAYAKUMBUH---INDEPENDENT

Advertisements

1-SERGAP---SCOOTER-GELAMAI-PAYAKUMBUH---INDEPENDENT

”Scooter Gelamai Payakumbuh (Sergap) Independent” telah menjadi wahana berkumpul dan berorganisasi para profesional dan kalangan berpendidikan tinggi di Payakumbuh.

Akhir tahun 2008 lalu, para tetua vespa di Payakumbuh sejak lama berkumpul di pusat Kota. Berkumpul ini untuk berbagi informasi dan silaturahmi tentang apapun. Terkait social kemasyarakatan sampai kegiatan kemasyarakatan yang menarik untuk dibicarakan para tetua vespa ini. Anehnya, mulai dari pedagang sampai pejabat daerah ternyata menjadi anggota kumpul bareng vespa Payakumbuh ini di pusat kota.

Ketertarikan untuk mengamati komunitas scooteris ini mendapat respon dari salah seorang penggiatnya, Yopie Kurniawan. Alumnus STPDN Jatinangor dan Magister Manajemen Universitas Negeri Padang ini, ternyata salah seorang pegawai negeri sipil yang kompeten. Kecintaannya terhadap vespa dan komunitasnya sudah lama dirintisnya bersama scooteris lainnya di Payakumbuh dan Sumatera Barat.

”Sergap bukanlah klub motor. Sergap lahir menjadi komunitas dan wahana kami, para scooteris untuk berkumpul dan berkegiatan bersama. Ruh persaudaraan kental di antara kami. Sergap menjadi bagian komunitas vespa lainnya di Sumatera Barat dan di Indonesia,” ujar Yopie Kurniawan usai menyerahkan bantuan kepada anak yatim di Payakumbuh.

Nah, bantuan sosial ini, hasil kumpul bareng plus pengumpulan bantuan sosial dilakukan Sergap di setiap momentum. Bencana alam, kebakaran, Ramadhan, hari besar Islam, dan lainnya selalu menjadi agenda terjadwal para scooteris di bawah payung Sergap ini. Sungguh dermawan.

Soal asal muasalnya. Ini yang menarik. Yopie bercerita, bahwa akhir Desember 2008 lalu, Payakumbuh kedatangan scooteris legendaris dari Jawa yang hendak ke Nol Kilometer di Sabang, Nangroe Aceh Darussalam. Kata sepakat menjadikan para scooteris Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, dengan maksud untuk membina generasi muda serta berbagi informasi para pengguna vespa di Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Pertemuan yang dilakukan di rumah Ilham ini, dihadiri oleh pendiri Sergap; Yopie Kurniawan, Hamda Youw, Efri Doank, Yopi DSR, Mulyadi, Ibnu Hadi, Reimond, Can Las, Men Lento, Jay Ajo Manih, Ibnu Hadi, Hen, Wawan Scoot, Fandi, Yudi PNPM serta banyak lagi yang tidak tertulis.
Momentum membentuk komunitas atau wadah Vespa independen ini akhirnya berujung di 31 Desember 2008 dengan menyatukan persepsi, menjadi ”Scooter Gelamai Payakumbuh (Sergap) Independent”. Kemudian berkat kesepakatan ini dikumpulkanlah banyak scooteris dari dua daerah ini, dengan posko berkumpul di samping Rumah Sakit Bersalin Annisa Balai Nan 2, Koto Nan Ampek Payakumbuh. Setiap malam minggu, sampai hari ini, terus berkumpul dan memecahkan banyak persoalan internal serta menggagas berbagai iven vespa di Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

Komitmen Sergap bisa teruji sampai berusia hampir 6 tahun ini. Banyak sekali pembinaan dilakukan pada anak muda, para pelajar dan mahasiswa yang anggota Sergap ini. Para senior scooteris fokus agar para anggotanya tidak terjebak bahaya narkoba. Wadah perkumpulan para pecinta vespa ini pun akhirnya menjadi penyuluh secara tidak langsung kepada masyarakat di sekitarnya tentang bahaya narkoba.

Disamping Sergap sendiri mensosialisasikan dirinya dengan melaksanakan kegiatan bervespa bersama (rolling) keliling kota sampai ke pelosok-pelosok kawasan Limapuluh Kota. Yopie Kurniawan bercerita, bahwa keanggotaan awal lebih dari 20 pemilik vespa terdiri dari beragam kalangan. Ada yang berprofesi PNS, karyawan, pedagang, pengusaha jasa transportasi, pengusaha bengkel las, bengkel montir vespa, bengkel cat kendaraan, pelajar , mahasiswa, penggiat seni, pecinta alam serta wiraswasta.

Bayangkan, dalam kurun waktu 5,5 tahun, kini telah 250 pemilik vespa yang tercatat sebagai anggota, dan telah tersebar di seluruh Indonesia. Ya, vespa menjadi ikon brotherhood atau persaudaraan yang kental. Jika suasana Idul Fitri saat ini, maka akan berkumpul para anggota yang menjadi perantau dengan anggota di ranah Luak Nan Bungsu.

Ditanyakan tentang siapa tokoh penting yang menjadi penggerak Sergap, Yopie Kurniawan yang September mendatang, akan diwisuda Master Manajemennya ini, mengatakan tidak ada tokoh di Sergap. Semua merupakan tokoh penting. Cuma ada aturan main yaitu yang tua harus dihormati dan yang muda harus disayangi. Konsep ini yang wajib dipunyai para anggota dan menjaga nama baik diri sendiri dan Sergap dalam pergaulan sehari hari.

Sergap menyatakan masih belum memiliki tokoh yang tercatat dalam sejarah kota atau bangsa, namun Sergap telah banyak mengarahkan para anggota yang mau berkumpul dengan anggota lainnya, ke kehidupan yang lebih baik tanpa harus menghilangkan jati diri. Alhamdulillah, ungkap Yopie, anak Sergap dari awal terbentuk sampai tahun ini telah ada yang lulus dan bekerja di instansi pemerintahan pusat, daerah, BUMN, Polri dan TNI.

Sergap pun telah melahirkan para entrepreneur muda yang cepat beradaptasi dengan keadaan. Bisnis anggota Sergap ini bahkan mampu berkembang untuk area yang luas. Betapapun sukses anggotanya, mereka tetap pengendara vespa, anggota Sergap.

Bagi anggota yang telah menyelesaikan pendidikan dan namun belum menemukan pekerjaan tetap, dibina dan diajarkan untuk keterampilan oleh anggota lain yang memiliki workshop atau bengkel kerja. Keterampilan mengelas (welder) dan membangun serta merakit motor, memontir vespa dan motor, pengecatan mobil dan pengetokan, berdagang pakaian, usaha dan keterampilan fotokopi. Nah, jika ada informasi perkerjaan akan segera diberitahukan dan dibantu proses sehingga bisa berkerja di tempat yang sesuai untuk anggota tersebut.

”Ada juga anggota Sergap yang merantau ke jogja dan menjadi penjual kopi kawa sambil kuliah. Ada yg menjadi penjaja seni lukis di Bali serta penjual pakaian di Jakarta. Banyak dan tersebar!” ujar Yopie Kurniawan SSTP kian bersemangat.

Syarat khusus untuk menjadi member atau anggota Sergap jelas diterapkan dengan ketat pula. Seperti wadah perkumpulan sepeda motor lainnya, pencinta, pemerhati, pemakai, pemilik vespa ini harus mau berkumpul dan bersosialisasi dengan sesama anggota Sergap lainnya. Sergap merupakan perkumpulan yang unik karena tidak punya pemimpin tetapi sangat solid. Hal ini tercipta karena jiwa sehobi dan jiwa kekeluargaan yang tercipta di lingkungan pencinta vespa Payakumbuh.

Sergap ini punya kepedulian sosial yang luar biasa. Sergap pernah memberikan bantuan untuk gempa Padang dan Pariaman. Bantuan materi dan sumbangan makanan maupun tenaga dalam evakuasi di beberapa titik evakuasi diberikan oleh Sergap di Oktober 2009 itu. Sergap mengumpulkan sumbangan untuk bencana Galodo 2009 di Halaban, Limapuluh Kota dan ikut serta bersama BPBD dalam rekondisi di sana.

Sergap berinisiatif memungut sumbangan untuk korban Gunung Kelud, Sinabung dan Gaza Palestina yangdi serahkan kepada no rekening yang telah terjamin dan kredibel. Di Ramadan tahun ini, Sergap berbuka bersama dengan Anak Yatim Piatu serta menyerahkan santunan kepada Anak Yatim hasil dari patungan seluruh anggota Sergap.

Sergap juga membantu klub-klub otomotif di Payakumbuh di setiap iven otomotif. Ikut mensosialisasikan safety riding kepada anggota Sergap. Serta, dalam waktu dekat akan ada acara donor darah berkerja sama dengan perkumpulan pencinta alam Kota Payakumbuh dan PMI Kota Payakumbuh.

Sergap ikut andil di setiap kegiatan vespa di Sumatera Barat dan Sumatera. Sergap selalu hadir dan memberi warna pada setiap kegiatan grup band reagee yang dikenal oleh seluruh kalangan reagee dan scooteris di Sumatera Barat yaitu Galamai Rasta.

”Kesopanan, kekompakan dan ketertiban anak Sergap sangat terpuji di kalangan scooteris se Sumatera dan Jawa serta scooteris yang pernah singgah ke Sergap. Setiap tahunnya Sergap mengadakan Ulang Tahun di penghujung tahun, 31 Desember. Walau acara kecil-kecilan namun seluruh scooteris yang ada di Sumbar, Riau dan Jambi selalu menyempatkan diri untuk hadir pada hari milad Sergap ini,” Yopie Kurniawan dengan bangga. Sergap sendiri menjadi pelaksana acara kumpul para pencinta vespa se Sumatera Barat yang dihelat di Lembah Harau beberapa waktu lalu.

Maka, bergabunglah dengan Sergap, keuntungan bergabung dengan Sergap, menjalin silaturahmi, menambah saudara, serta menambah pengetahuan tentang scooter atau vespa. Sergap sendiri punya bengkel solusi bagi anggotanya yang rusak vespa atau hendak memodifikasi.

Konsep Sergap, ”No Drug, No Alkohol serta Penyakit Masyarakat. Sergap adalah wahana berkumpul para pencinta, pengguna, pemerhati serta pemilik kendaraan vespa. Berbagai macam tipe sampai model. Ada model standar, racing, dan ekstrim. Tidak ada aturan tertulis di dalam Sergap. Cuma ada adat yg mengacu pada aturan hidup bermasyarakat dan berkeluarga di tengah-tengah lingkungan.

”Independent, sebab Sergap bukan merupakan barisan massa atau simpatisan dari partai politik atau bisa digunakan untuk politik praktis. Sergap menganut paham kebersamaan dan menjunjung demokrasi,” Yopie Kurniawan menutup kisah Sergap terkini.(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*