Sertijab Wali Nagari Usai Dilaksanakan, Bupati Irfendi Ingatkan Persoalan Hukum

Serah-terima jabatan wali nagari di kenagarian Kecamatan Harau dan nagari Sungai Beringin, Kecamatan Payakumbuh, Limapuluh Kota, Rabu (27/7).

Serah-terima jabatan wali nagari di kenagarian Kecamatan Harau dan nagari Sungai Beringin, Kecamatan Payakumbuh, Limapuluh Kota, Rabu (27/7).

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Serah-terima jabatan wali nagari di kenagarian Kecamatan Harau dan nagari Sungai Beringin, Kecamatan Payakumbuh, Limapuluh Kota usai dilaksanakan, Rabu (27/7).

Dalam kesempatannya dalam menghadiri serah-terima jabatan tersebut, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi memesankan beberapa hal pada wali nagari-wali nagari yang menjabat periode ke depan.

Disampaikan Irfendi, wali nagari bukan lawan bupati, sebaliknya merupakan perpanjangan tangan bupati. Wali nagari diharapkan bisa merubah paradigma dan jangan lagi ada yang merasa sebagai LSM, wartawan atau anggota DPRD.

“Kita tahu wali nagari itu ada yang berasal dari wartawan, LSM dan DPRD. Perlu disadari, kini kita bukan lagi tukang kritik, sebaliknya akan dikritik. Karenanya, wali nagari itu diharapkan berjiwa besar untuk menerima seluruh saran dan kritikan dari masyarakat,” ujar Irfendi Arbi dalam sambutannya.

Ditambahkan oleh Bupati, bila wali nagari masih memposisikan diri sebagai wartawan, LSM atau DPRD, dikhawatirkan tugas pokok dan fungsi wali nagari tidak berjalan sesuai harapan. Selain itu, wali nagari juga merupakan mata dan telinga bupati.

Bupati berharap wali nagari sering berada dan tahu kondisi di tengah-tengah masyarakatnya. Bila senantiasa ada di lapangan, dipastikannya, pemimpin di wilayah pemerintahan terendah ini akan tahu siapa warga miskin yang tidak makan atau tidak sekolah yang perlu mendapatkan perhatian.

“Wali nagari adalah perpanjangan tangan dan juga menjadi mata, serta telinga bupati. Artinya, wali nagari harus tahu kondisi masyarakat, serta tahu apa saja yang dibutuhkan masyarakat,” papar Irfendi.

Dalam kesempatan itu, Irfendi juga mengingatkan wali nagari agar taat dengan aturan yang berlaku. Ia tidak ingin wali nagari yang menjabat terjerat persoalan hukum, apalagi kini dana desa yang dialokasikan ke nagari rata-rata sudah lebih dari 1 milyar rupiah.

“Kita menyadari tugas wali nagari cukup berat. Agar tidak tersangkut persoalan hukum, wali nagari mesti ekstra hati-hati menggunakan dana desanya. Jika melanggar hukum, bupati bisa mencabut SK wali nagari bersangkutan,” ingat putra Koto Tangah Simalanggang itu.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung dan bersatu-padu memajukan nagari.

“Mari kita dukung wali nagari membangun nagari ini. Jangan lagi ada pengkotak-kotakan di tengah masyarakat yang akan merugikan masyarakat sendiri,” simpul Irfendi.

Sertijab itu masing-masingnya berlangsung di kantor camat Harau dan kantor wali nagari Sungai Beringin. Sepuluh wali nagari di Kecamatan Harau itu Wali Nagari Harau, Koto Tuo, Solok Bio-Bio, Sarilamak, Tarantang, Batu Balang, Bukik Limbuku, Gurun, Lubuak Batingkok dan Taram. Khusus di Sungai Beringin serah-terima jabatan dilakukan dari penjabat wali nagari Yurma Dewi kepada Lukman Hakim, S.Sos.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*