Setelah 28 Tahun Meminta, Jembatan Batukabau Akhirnya Dibangun

Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan menghadiri peletakan batu pertama jembatan permanen Jorong Batukabau, Kenagarian Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.

Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan menghadiri peletakan batu pertama jembatan permanen Jorong Batukabau, Kenagarian Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Masyarakat Jorong Batukabau, Kenagarian Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban akhirnya bisa bernafas lega. Setelah hampir 28 tahun sejak 1987 memakai jembatan gantung berlantai kayu, akhirnya warga akan segera memiliki jembatan permanen.

Kemarin, Pemkab Limapuluh Kota, mulai membangun jembatan penghubung antar dua jorong di nagari itu.

Dimulainya pembangunan jembatan di Nagari Sitanang ditandai peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, bersama Kepala Dinas PU, Edward, beserta jajaran Pemerintah Kecamatan Lareh Sago Halaban. Turut hadir dalam agenda itu Anggota DPRD, Amril B, Dandim 0306, Letkol Inf Heri Sumitro, Kapolsek Luhak beserta ratusan masyarakat.

Wabup Ferizal Ridwan turut menyampaikan sambutannya jelang pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan jembatan Jorong Batusikabau, di Sitanang, Kamis (2/6) siang.

Menurutnya, jembatan permanen di Batukabau, merupakan salah satu program pembangunan Pemkab di bidang infrastuktur. Program yang dilaksanakan tersebut bertujuan menunjang percepatan pembangunan dari kawasan pinggir. Menurutnya, hal itu sejalan dengan program yang tengah digeber pemerintah pusat, Jokowi-JK.

“Kalau pemerintah pusat memulai pembangunan dari desa, maka, kami bersama Pak Bupati Irfendi Arbi, akan memulainya dari Jorong,” sebut Ferizal Ridwan.

Wabup Ferizal menyebut, jembatan Batusikabau, sebelumnya sudah diusulkan masyarakat secara berjenjang dan baru terlaksana pada anggaran 2015. Dia meminta masyarakat Sitanang, perlu berterima kasih kepada pemerintahan sebelumnya, Alis Marajo-Asyirwan Yunus.

“Sebuah keberkahan, jika kita berterima kasih ke orang yang sudah berjasa,” ucap Ferizal.

Putra Lareh Sago Halaban itu berharap, masyarakat dapat memanfaatkan jembatan Batukabau sebaik-baiknya untuk memacu perekonomian. Diakui Ferizal, saat ini tidak hanya di Sitanang, masih banyak daerah nagari yang tertinggal di bidang infrastuktur. Hal ini lebih diakibatkan karena terbatasnya anggaran daerah.

Disampaikan oleh Wali Nagari Sitanang Zulfikar, sejak 1978 jembatan di Jorongbatu Kabau, menjadi alternatif utama masyarakat beraktifitas. Jembatan gantung setinggi 8 meter di atas Batang Sinama itu kondisinya sudah tua dan tak layak pakai, serta cuma bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Perbaikan selama ini kami kerap melakukan swadaya, menjual sapi Bandes untuk biayanya,” sebut Zulfikar.

Wali Nagari Zulfikar mengaku berterima kasih kepada jajaran Pemkab Limapuluh Kota, karena telah menjadikan salah satu infrastuktur jembatan di Sitanang sebagai prioritas.

Kepala Dinas PU Edward, menyebutkan, pembangunan jembatan permanen sepanjang 60 meter di Sitanang akan menelan dana milyaran rupiah.

Tak hanya fisik jembatan, pembangunan juga akan disusul dengan rabat beton di sisi sungai sepanjang 225 meter, dengan masa pengerjaan selama kurang lebih 210 hari. Adapun pengerjaan akan dilakukan oleh PT Jaya Prima, perusahaan asal Medan.

“Kami berharap, masyarakat ikut berpartisipasi mendukung upaya pembangunan ini,” sebut Edward.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*