Shalat Idul Adha di 40 Masjid Terapkan Protkol Covid-19

Padangpanjang, TODAY—Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan shalat Idul Adha 1441 Hijriyah dalam masa new normal pandemi Covid-19 di Kota Padangpanjang ini hanya diselenggarakan pada masjid-masjid.

Termasuk kepanitiaan Id Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang, kali ini memusatkan penyelenggaraan shalat di Masjid Islamic Center bersama Imam Muhammad Latif dan Khatib Kasbi. Meski disiplin protokol kesehatan diketatkan, ratusan masyarakat kota berhawa sejuk itu tampak mematuhi arahan petugas sebelum dan saat berada dalam masjid.

Pantau di lapangan, setiap masyarakat muslim yang berniat mengikuti ibadah shalat Id di Masjid tersebut tampak membawa sajadah masing-masing. Secara tertib, petugas tanpa luput melakukan pengecekan suhu tubuh sebelum mempersilakan calon jamaah Id memasuki masjid megah itu.

Salah seorang warga usai menjalani pemeriksaan suhu tubuh, Herman mengaku sangat bahagia dapat mengikuti shalat Idul Adha di masjid. Meski harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19, ayah 3 anak asal Kelurahan Kampung Manggis ini bersyukur diberikan kesempatan suasana lebaran Idul Adha yang lebih semarak dibanding Idul Fitri yang lalu.

“Kesempatan Idul Adha dapat kita laksanakan seperti ini karena telah diberlakukannya new normal. Dibandingkan Idul Fitri, kebnayak masyarakat masih dalam kekhawatiran meski sejumlah masjid juga ada yang menyelenggarakannya,” ungkap Herman di halaman Islamic Center, Jumat (31/7).

Kepala Bagian Kesra Pemko Padangpanjang, Katik Eri menyebut dalam pelaksanaan ibadah Shalat Idul Adha kali ini diselenggarakan pada 40 masjid di luar Islamic Center serta 68 mushalla yang ada di Padangpanjang. Dalam ketentuannya, Pemko telah menerbitkan edaran berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama RI Nomor 18 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan Shalat Idul Adha 1441 Hijriyah dan penyembelihan hewan qurban.

“Terdapat 11 poin dalam edaran Walikota Padangpanjang. Diantaranya setiap pengurus masjid menyiapkan petugas pengawas dan pelaksanaan protokol Covid seperti pengecekan suhu tubuh, sarana cuci tangan pakai sabun, mengatur jarak, membawa sajadah sendiri, memakain masker, tidak kontak fisik seperti bersalaman, tidak mewadahi sumbangan, serta mengimbau untuk tidak ikut serta bagi anak-anak dan lansia yang rentan karena mengidap penyakit bawaan,” terang Eri.

Sementara dalam khutbah Idul Adha, Ustadz Kasbi mengajak para jamaah merefleksikan diri ketika kejadian Covid-19 melanda. Apa yang dihadapi saat ini merupakan ujian dari Allah SWT. Jamaah Id diimbau jangan berputus asa terhadap ujian yang dihadapi dan hendaknya tetap memperkokoh hubungan baik sesama manusia serta memiliki semangat berbagi.

“Semua yang mengaku beriman dalam dirinya, di dalam hatinya, pasti diuji Allah SWT. Semakin tinggi keimanan seseorang, semakin tinggi pula ujian yang diberikan oleh Allah SWT, ini mesti kita refleksi hari ini,” ujar Ustadz Kasbi. (ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas