Sidak Dilpas II B Pariaman, Kanwil Kemenkumham Sumbar Temukan Paket Narkoba

Padang-today.com___ Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Barat, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Pariaman, Senin 23/07/2018 kemarin malam.

Dalam sidak yang dilakukan dari pukul 21.30 hingga 05.00 WIB tersebut, Kemenkumham menemukan sejumlah paket narkoba jenis sabu dan ganja serta barang barang elektronik lainya dari berbagai kamar sel narapidana itu sendiri.

Setelah empat jam dilakukannya penggeledahan di dalam Lembaga Permasyarakatan (LP) II B Pariaman oleh Kantor Wilayah (Kemenkumham) Sumatera Barat, terlihat dari warga binaan ada yang histeris dan meronta-ronta untuk tidak dilakukan penggeledahan terhadap dirinya.

Meskipun sempat adanya teriakan-teriakan dari narapidana saat penggeledahan tersebut, penggeledahan masih tetap berlanjut sampai selesai.

“Saat penggeledahan ditemukan barang bukti narkoban jenis ganja 25 paket, jenis sabu 10 paket kecil dan 2 paket besar,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia Sumbar, Dwi Prasetyo Santoso usai penggeledahan di LP II B Pariaman, sekitar pukul 00.50 WIB kepada wartawan.

Ia mengatakan, alasan dipusatkan ke LP Pariaman karena daerah yang termasuk banyak pelanggaran yang dilakukan oleh narapidana.

“Ketika penggeledahan dilakukan, barang haram tersebut ditemukan tidak di dalam kamar saja, bahkan pada narapidana, selain itu juga ditemukan di taman-taman bunga depan kamar para napi,” kata dia.

Selanjutnya, kata dia, barang bukti yang ditemukan itu sudah diserahkan pada Polres Pariaman untuk dilakukan pemusnahan. Pasalnya, pihak kepolisian langsung melakukan pemusnahan dilapangan LP itu sendiri dihadapan petugas dan media.

Ia mengaharapkan mudahan kedepan pihak LP II B Pariaman meningkatkan pengawasan sehingga dapat mengurangi ketermilikan barang haram itu oleh narapidana.

“Berapa banyak hasil temuan tidak jadi masalah, namun penggeledahannya yang terpenting,” tegasnya.

Kemudian, kata dia, kedepan yang harus diperbaiki adalah bagaimana menaikan batas tembok atau pagar di LP ini sesuai SOP. Pasalnya, saat ini LP II B Pariaman memiliki pagar hanya  4 meter, sedangkan SOP nya 10 meter dengan rincian 7 meter tembok dan 3 meter kawat sehingga bisa memperkecil kesempatan narapidana memiliki barang haram itu.

“Kebanyakan barang haram tersebut masuk ke LP ini mungkin dengan cara pelemparan ke dalam melalui tembok LP yang rendah tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, akibat keterbatasan anggaran pihaknya sudah mengajukan apa kebutuhan LP yang kurang, seperti CCTV dan kamar, namun sampai sekarang masih saja belum dipenuhi oleh pemerintah pusat.

“Kita hanya bisa merencanakan atau mengusulkan, karena anggaran yang terbatas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini LP II B Pariaman mengalami over kapasitas, dari 36 kamar yang ada, dihuni oleh sebanyak 524 narapidana.

“Hal ini juga membuat kita kewalahan dengan keterbatasan untuk mengawasi para napi tersebut, mau dipindahkan kemana lagi, ini saja sudah pusing mau di pindahkan kemana,” kata dia.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan II B Pariaman Pujiono Gunawan mengatakan ada 7 blok dengan 36 kamar itu dilakukan pemeriksaan.

“Ada sebanyak 524 narapidana di LP II B Pariaman, dengan kondisi lapas sekarang harusnya narapidana maksimal 170 orang,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini satu kamar ada 13 sampai 17 orang, idealnya dalam satu kamar itu sebanyak 7 orang narapidana. Ditambah lagi dengan tidak adanya CCTV untuk pemantauan narapidana setiap kamar dan sudut diwilayah lingkungan sekeliling LP tersebut. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas