Simpang Siurnya Aturan Perundang-Undangan, Balon Bupati Tak Lagi Bergairah

 Kantor Bupati Limapuluh Kota.


Kantor Bupati Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, PADANGTODAY.com-Menyusul simpang siurnya aturan perundang-undangan terkait pemilihan kepala daerah membuat beberapa figur bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota untuk masa bakti 2015-2020 mendatang jadi lesu darah dan menurunkan akfitas mereka untuk ‘cari muka atau blusukan ke tengah-tengah masyarakat.

Hasil pengamanatan beberapa bulan lalu, biasanya nyaris setiap hari banyak bakal calon Bupati tidak pernah absen menyambangi masyarakat. Baik lewat program social, Goro atau sunatan massal atau sekadar temu bicara dengan masyarakat di sejumlah jorong dan nagari yang ada di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota.

Namun, entah kenapa, akhir-akhir ini kegiatan ‘mencuri’ hati rakyat itu mulai jarang dilakukan para bakal calon Bupati dan calon Wakil Bupati. Ada yang menyebutkan, lesu darahnya para calon Bupati atau calon Wakil Bupati melakukan aktifitas blusukan, erat kaitannya dengan simpang siurnya aturan perundang-undangan tentang pilkada langsung atau tidak langsung.

Seorang tokoh masyarakat di Nagari Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang, Kecamatan Luak, Imam, yang dikenal gigih dan getol mendukung salah seorang figur calon Bupati asal Kecamatan Pangkalan, mengaku kecewa terhadap simpang siurnya aturan perundang-undangan pilkada tersebut.

”Jujur, saya tak setuju kalau pelaksanaan pemilihan Bupati/Walikota diserahkan ke DPRD. Pasalnya, calon Bupati yang saya gadang-gadang bakal menang pada Pilkada Limapuluh Kota 2015 mendatang, tentunya bakal kehilangan kesempatan untuk memang dalam pemilihan Bupati secara langsung, karena selama ini keberadaan figur yang saya dukung sudah dekat dengan masyarakat” ujar Imam.(malin​)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*