Siswa-siswi Kota Pariaman Anti Corat Coret Seragam Saat Kelulusan Diumumkan

Padang-today.com__Para pelajar di Kota Pariaman mengatasnamakan Gerakan Pelajar SLTA Negeri dan Swasta Se-drajat Kota Pariaman ini mengumpulkan pakaian sekolah, pakaian rumah, dan perlengkapan sekolah seperti (buku, sepatu dan lain-lainnya) dihari pengumuman kelulusan sekolah, Senin (13/05).

Banyak hal dan kegiatan yang bisa dilakukan untuk merayakan kelulusan ini. Hal identic yang sering dilakukan adalah coret coret seragam sekolah dan konvoi dijalan. Namun di Pariaman kali ini, perayaan kelulusan itu ditandai dengan mengumpulkan seragam sekolah untuk disumbangkan. Bukan itu saja, pelajar di Kota Pariaman juga menyumbangkan peralatan sekolah-sekolah lainya kepada yang berhak menerima sumbangan tersebut.

Pelajar yang tergabung dalam aksi pelajar Kota apriaman ini merupakan delegasi dari masing-masing sekolah yang ada di Kota Pariaman diantra nya, Mhd. Ulul Azmi/Ketua MAN Kota Pariaman, Yoland/Wakil Ketua SMA 2 Pariaman, Hamiko Putra HD/Sekretaris SMA 1 Pariaman, Muhammad Irfan/Bendahara SMK 1 Pariaman, Satrio Heryansyah SMA 3 Pariaman, Ar-rahman Alshiddiq SMA 4 Pariaman, Rifal Muzamil SMA 5 Pariaman, Nanda Alhamid SMA 6 Pariaman, Yudi Edriga SMK 2 Pariaman, Keni Defit SMK3 Pariaman, Alvi Doni SMK 4 Pariaman, Akmal SMK Global, Hendra Gunawan MAS TDSI Pariaman, Frandy Nofri Nanda dari Manunggal Bhakti, Putra SMK Plus BNM Pariaman.

M Ulul Azmi salah satu inisiator pengumpulan baju sekolah ini menyampaikan bahwa seragam sekolah tersebut sedah terkumpul sebanyak 1500 helai baju dan siap untuk dismubangkan.

“ Seragam sekolah yang kita kumpulkan akan disumbangkan kepada adik-adik di sekolah di Kota Apriaman, masyarakat di sekitar sekolah, panti asuhan, para korban bencana serta akan disalurkan ke Dinas Sosial Kota Pariaman,” ujar Ulul Azmi.

Menurut Ulum Azmi, ide pengumpulan seragam sekolah yang juga deklarasi anti mencoret-coret pakaian sekolah dihari pengumuman kelulusan ini dikarenakan masih banyak dari tahun sebelumnya para pelajar melakukan hal ini di saat mengetahui mereka lulus.

Ulul menambahkan, maraknya aksi coret coretan baju saat diumumkan kelulusan bisa berindikasi pada timbulnya perbuatan negatif atau kenakalan remaja. “ Kalua marak coret-coretan seragam sekolah dan konvoi dijalanan akan berdampak negatif,” ujarnya.

Sekiranya ini di bairkan berlarut larut di Kota Pariaman, setiap pelajar di saat kelulusan telah membudaya dengan aksi coret-coret dan konvoi dijalanan. Sehingga lebih banyak mudarat dari pada manfaatnya.

“ Kita tidak ingin hal yang mubazir itu terjadi pada tahun ini saaat kelulusan sekolah makanya kita buat kegiatan yang positif agar bermanfaat untuk semuanya,” ujarnya.

Ulul Azmi mewakili harapan bersama para pelajar mengatakan “semoga kegiatan ini terus berlanjut sampai tahun-tahun berikutnya serta menjadi acuan daerah lain di Sumbar maupun nasional.” Tandasnya menghakiri.

Sikap yang di gagas oleh pelajar Kota Pariaman itu mendapat respon positif dari salah satu pengurus LKAM Kota Pariaman, Nasrunjhon. Ia mengatakan kalau semua pelajar mempunyai ide dan gagasan yang positif seperti ini harap kita dukung oleh semua elemen masyarakat.

Kenapa demikian, selama ini pelajar di indonesia, khususnya di Kota pariaman, setiap diumumkan hasil kelusan identik dengan aksi coret-coeret baju seragam dan konvoi dijalanan mengakibatkan hura hara dan bermuara ke perkelahaian.

“ Saya bersyukur atas sikap yang lahir dari hati nurani pelajar dalam menyumbangkan baju seragm dan peralatan belajar lainya bagi yang membutuhkan. Selain itu kedepanya jangan ada lagi aksi core-coret seragm dan konvoi dijalanan,” ujarnya.

Dari pada aksi coret-coretan dan konvoi-konvoi dijalan, lebih baik pelajar tersebut itu untuk pulang kerumah dan berkumpul bersama keluarganya. Apalagi saat di bulan Ramadan ini, alangkahny abaiknya diisi dengan sikap yang positif dan produktif.

Semua elemen masyarakat berharap para siswa bisa mengisi kegiatan yang lebih bermanfaat terkait dengan kelulusan ini, sperti contoh yang dilkaukan pada tahun ini oleh siswa-siswi Kota Paariaman mencuri perhatian publik, bagaimana tidak siswa-siswi ini mengisi kegiatan untuk perayaan pengumuman dengan melakukan kegiatan unik yaitu memberikan peralatan sekolah dan seragam sekolah kepada yang membutuhkan. Hal ini terasa unik di Kota Sala Lauak ini. (suger)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas