SMP Negeri 2 Pilot Project Sekolah Berbasis IT

Pelaksanaan UN CBT di SMPN 2 Padang Panjang menjadi pilot project di SUMBAR.

Pelaksanaan UN CBT di SMPN 2 Padang Panjang menjadi pilot project di SUMBAR.

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-SMP Negeri 2 Padangpanjang, menjadi satu-satunya sekolah di Sumbar yang menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) dengan sistem Computer Basic Test (CBT). Sebanyak 173 siswa, dibagi dalam tiga sesi setiap hari untuk mengikuti ujian perbidang studi pada dua lokal yang disiapkan panitia sekolah.

Siswi Kelas 9/C, Alivia Arianda bersama tiga sahabatnya Thesa Almelidia Putri dan Syifa Aulia dari Kelas 9/B menjawab sangat bahagia bisa menyelesaikan seluruh pertanyaan soal UN bidang studi Bahasa Indonesia itu. Bahkan mereka mengaku sangat senang bisa mendapat kesempatan mengikuti ujian dengan sistem computer tersebut.

“Alhamdulillah pak, kami bisa lebih enjoy menikmati suasana UN. Seluruh proses dapat kami lalui tanpa ada kendala, termasuk kelancaran aplikasi program CBT. Meski ini baru pertama kali, rasanya semacam keberuntungan bagi kami,” ungkap Thesa menambahkan.

Demikian juga diungkapkan Anatasya Putri Stevani dan Cantika Eliza Putri, mengaku lebih memilih pelaksanaan UN menggunakan sistem CBT ketimbang pola manual dengan lembaran kertas. Salah satu yang diakui, yakni terkait kemudahan dalam pengerjaan tanpa harus membulat-bulatkan dengan pensil serta mengisi data yang dapat menguras waktu.

“CBT sangat membantu kami pak. Pasalnya jika manual, kami harus mengisi data yang dapat memakan waktu sebelum mengerjakan soal. Waktu yang kami dapatkan untuk mengolah soal ujian dengan sistem CBT ini, tentu lebih panjang karena data telah diisikan sebelum hari H ujian dimulai,” terang Cantika.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 2 Padangpanjang, Zulkifli menyampaikan pelaksanaan CBT di sekolah eks Rancangan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) ini melalui persiapan cukup panjang, yakni sejak Januari hingga Maret lalu. Mulai dari koordinasi dan konfirmasi keikutsertaan UN CBT, sosialisasi dengan orangtua walimurid, serta uji coba bertahap selama satu bulan.

Dalam pelaksanaannya terhadap 173 siswa dibagi dalam tiga sesi setiap mata pelajaran selama 4 hari, masing-masing digelar pada dua ruangan dengan jumlah komputer 46 unit. Satu lokal berisi 30 unit komputer dan lokal satunya 16 komputer yang diawasi 12 pengawas dari SMP/MTs Padangpanjang.
“Masing-masing sesi diikuti 46,46 dan 45 peserta, dibagi 30 dan 16 di dua lokal berbeda sesuai dengan jumlah ketersediaan computer yang ada. Terbaginya menjadi tiga sesi ini, pelaksanaan UN di SMPN 2 harus berjalan hingga pukul 16.00 WIB,” terang Zulkifli di ruangan kerjanya.

Terkait kelancaran pelaksaan UN CBT, Zulkifli menyebutkan pihaknya telah mengantisipasi dengan menunjuk masing-masing tiga proktor dan tekhnisi dari guru dan tenaga pendidik di sekolah setempat yang telah dilatih khusus pihak Puspendik, Balitbang dan Kemendikbud. Sementara untuk kesiapan mobiler pendukung, panitia memiliki cadangan engeri dari genset dan UPS guna mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik.

“Kemampuan PC yang digunakan peserta cukup kondusif dengan spesifikasi processor dual core, RAM 512 MB-1 GB, operating Windows XP dan didukung spesifikasi server Processor Core i5, RAM 8 GB dan HardDisk 500 GB. Alhamdulillah, semua tahapan UN yang dibutuhkan peserta tidak terjadi kendala sekecil apapun sampai saat ini. Jika terjadi kendala pada hardware klien, panitia sekolah juga menyediakan 8 laptop,” pungkasnya.

Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis, menyebutkan SMP Negeri 2 kota berjuluk Serambi Mekkah itu sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah setempat dalam regulasi sistem pendidikan yang mengarah berbasis Informatika Tekhnologi (IT). Menjadi satu-satunya sekolah di Sumbar yang melakukan UN sistem CBT, telah membanggakan Padangpanjang sebagai salah satu pilot project di Sumbar.

“Keberhasilan panitia sekolah dalam penyelenggaraan UN ini nantinya, akan menjadi suatu torehan bagus dunia pendidikan di Padangpanjang. Karena itu patut kita apresiasi dan ke depannya seluruh sekolah ditargetkan menerapkan sistem ujian yang sama. Sebab secara jelas telah mendatangkan manfaat bagi peserta didik kita,” jawab Wako Hendri. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*