Soal Dugaan Perselingkuhan Kabag Kesra Pemkab Agam Harusnya Membuat Klarifikasi

AGAM, PADANGTODAY.COM -Dugaan perselingkuhan yang berakhir dengan penggrebekan oleh suami salah seorang staff yang mendapati istrinya sedang berdua-duaan dengan atasan di ruang kerja bagian Kesra Pemkab Agam,Jumat (5/9) lalu pada waktu Maghrib,sempat menggegerkan khalayak ramai, baik di Kabupaten Agam maupun di Sumbar pada umumnya, dan sampai saat ini masih menjadi buah bibir dikalangan masyarakat .

Advertisements

Kejadian tersebut menjadi polemik di tengah masyarakat dan PNS dilingkungan Pemkab Agam, pasalnya banyak timbul persepsi sebagian PNS di warung-warung dan kicauan di media sosial yang berasumsi bahwa media lah melalui pemberitaannya yang membesarkan dan seakan-akan memfitnah Kabag Kesra Agam “Af” ada main dengan staffnya yang berinisial “NM” pada saat penggrebekan oleh suami “NM”, sementara masyarakat umum ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya.

Dalam perjalanannya kasus tersebut, telah ditandai dengan pengunduran diri “Af” dari jabatan Kabag Kesra Agam beberapa waktu yang lalu. Namun hal itu belum menyelesaikan masalah, karena tindakan yang diambil oleh Pemkab Agam untuk memproses kasus penggrebekan tersebut belum ada kejelasannya, sementara kejadian ini sudah memasuki waktu satu minggu.

“Kita menyayangkan adanya kalangan yang bersasumsi bahwa media segaja membesar-besarkan masalah ini dan seakan-akan memfitnah pihak tertentu, karena awak media yang meliput kejadian tersebut, membuat berita sesuai fakta dan sumber yang ada dilokasi kejadian, serta sesuai dengan kode etik jurnalistik yang berlaku” ujar Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koma Agam, Anizur Pandu SH, Jumat (12/9) di Lubukbasung.

Anizur menambahkan, harusnya Pemkab Agam membuat pernyataan secara resmi dengan menghadirkan Kabag Kesra “Af”, staffnya “NM” serta suami dari “NM” untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi, sehingga tidak timbul berbagai opini dari masyarakat, dan permasalahan ini dapat diluruskan sesuai kejadian yang sebenarnya. ” Kalau memang kejadian ini benar dan sesuai dengan apa yang dituding oleh suami NM pada saat kejadian, maka Pemkab Agam harus memprosesnya sesuai dengan aturan yang berlaku. Sedangkan apabila kejadian ini hanya kesalahpahaman semata, maka buatlah klarifikasi yang jelas dari berbagai sumber yang terlibat dalam kejadian ini, sehingga pesoalan ini tidak tumpang tindih” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan salah seorang wartawan senior di Kabupaten Agam, Kasra Scorpi, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah daerah harus lebih jelas dalam menyikapi kejadian ini, dan tidak terkesan melindungi pegawainya yang salah.

“Apabila ada pegawai yang salah, maka proses sesuai aturan yang ada, jangan terkesan menutup- nutupi kejadian ini sehingga tidak timbul persepsi yang berbeda di kalangan masyarakat, serta ada kalangan yang seakan-akan menyalahkan media terkait pemberitaan yang dimuat” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Agam , Irwan Fikri ketika dihubungi wartawan, membantah bahwa Pemkab Agam terkesan melindungin dan menutup-nutupi persoalan yang terjadi pada Kabag Kesra, ” Kita tidak menutup-nutupi persoalan tersebut, karena Kabag Kesra telah mengundurkan diri dari jabatannya, dan tetap diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,sampai keluar keputusan dari pimpinan. Untuk persoalan adanya sebagian PNS yang menuding media membesar-besarkan masalah ini, saya menanggapinya secara wajar, karena itu adalah perbedaan pendapat, namun saya menilai pemberitaan media terkait masalah ini masih dalam bentuk kewajaran, kan awak media memberitakan sesuai kode etik yang berlaku ” kata Irwan Fikri. (martunis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*