Soal Kasus Pajak BCAMantan Kepala Bidang Pemerksaan Keuangan Tak Penuhi Panggilan KPK

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Advertisements

PADANGTODAY.COM-Bekas Kepala Bidang Pemeriksaan Keuangan, Hadi Poernomo tak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hadi di panggil dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam permohonan keberatan wajib pajak yang diajukan Bank Central Asia (BCA).

“Tidak datang. Tadi katanya mengirimkan surat, cuma aku belum tahu alasannya,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Jakarta, Kamis (5/3).

Meski mangkir dari pemeriksaan, KPK tetap akan melakukan panggilan kepada Hadi. Namun, lanjut Priharsa, belum tahu jadwal ulang pemeriksaan Hadi.

“Iya (dijadwalkan ulang), tapi belum dapat jadwalnya,” tandas Priharsa.

Dalam kasus itu, Hadi diduga dengan wewenangnya memerintahkan Direktur Pajak Penghasilan (PPh) untuk mengubah hasil telaah dan kesimpulan Direktorat PPh terhadap permohonan keberatan wajib pajak yang diajukan BCA, yaitu dari awalnya ditolak menjadi diterima.

Diketahui, KPK sudah memanggil banyak saksi untuk melengkapi berkas penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Hadi Poernomo ini. Sebelumnya, kasus ini disindik KPK setelah Hadi ditengarai melakukan penyalahgunaan wewenang dengan memerintahkan Direktur Pajak Penghasilan (PPh) mengubah hasil telaah dan kesimpulan Direktorat PPh terhadap permohonan keberatan wajib pajak yang diajukan BCA. Sejauh ini, KPK menduga, kasus tersebut menimbulkan kerugian negara sebesar Rp375 miliar.

Atas dugaan tersebut, Hadi disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana.

(rnd/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*