Solusi Wanita Tani, Kembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari

Padang-today.com__Berawal dari niat dan keinginan semuanya akan terwujud, sikap seperti inilah yang tertanam pada diri kelompok masyarakat yang dikemas dalam program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Ketersedian pangan dalam jumlah yang cukup sepanjang waktu merupakan keniscayaan yang tidak terbantahkan.

Dengan prinsip memanfaatkan pekarangan untuk budidaya tanaman yang diperlukan sehari-hari seperti bawang merah, cabe, serey, kunyit, jahe dan lain-lainya, suatu kebutuhan komoditas tersebut ditingkat keluarga dapat dijamin, dan tidak perlu kelangkaan menjadi polemik dalam kebutuhan sehari-hari.

Hal ini menjadi prioritas pembangunan pertanian nasional dari waktu ke waktu. Kedepan, setiap rumah tangga diharapkan mengoptimalisasi sumberdaya yang dimilki, termasuk perkarangan, dalam menyediakan pangan bagi keluarga.

Terkait dengan hal itulah, beberapa lokasi Kawasan Wanita Tani (KWT) di Padang Pariaman, Sumbar, telah mendapatkan dampak dari program (KRPL) tersebut. Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan suatu program pemanfaatan perkarangan untuk pengembangan pangan.

Dimana masyarakat dibina untuk memanfaatkan lahan pekarangannya sebagai sumber pangan keluarga dan nantinya diharapkan berdampak ekonomis terhadap rumah tangga itu sendiri. Seperti pada hari ini, Senin 15 April 2019 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di undang oleh KWT Batu Tapo yang beralamat di Korong Tinggi Nagari Gunuang Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Padang Pariaman.

KWT yang berdiri dari tahun 2012 ini tepat berulang tahun di hari ini dan mereka mengadakan lomba penilaian pekarangan antar anggota KWT. Sembari melakukan penilaian ke rumah – rumah anggota KWT tim penilai dari Distan KP yaitu Riska Kurnia (Seksi Bidang KP), Ibu Zuswirda (KJF) dan Bapak Arliyus (KJF) serta Hendra, SST (PPL) berdiskusi dengan anggota tim.

Bahwa sebelum berdirinya KWT nyaris tidak ada aktivitas gotong0royong yang rutin dilakukan di daerah ini. Namun, setelah berdirinya KWT, setiap minggu mereka melakukan pertemuan dan sekarang mereka sudah mempunyai suatu Koperasi simpan pinjam yang berawal dari pemanfaatan pekarangan. Kemudian, hasil kebun tersebut dijual ke beberapa tempat termasuk ke pasar.

Berkat pembinaan dari Dinas Pertanian Ketahan Pangan melalui penyuluhan di lapangan KWT ini sekarang telah memproduksi beberapa pengolahan hasil pertanian seperti stik ubi ungu, pilus ubi atau kentang ubi ungu dan kue lebaran yang mana mereka telah memiliki PIRT yang pemasaran untuk saat ini masih terbatas di sekitar warung, mini market dan partisipasi dalam pameran.

Ketua KWT Batu Tapo Ibu Rawiyah menyatakan terima kasihnya atas program KRPL Tahun 2013 pada KWT ini sehingga KWT ini bisa berkembang dan dilirik oleh beberapa instansi lain dan NGO sehingga mereka bisa mengembangkan kegiatannya tidak terbatas pada pertanian saja.

Di pekarangan mereka tidak hanya menanam sayur dan buah saja tapi cukup komplit mulai dari bunga tanaman obat dan  bumbu dapur, selain itu beberapa rumah juga memiliki ternak ayam dan ikan. Dari memanfaatkan hasil pekarangan mereka telah menghemat lebih kurang Rp8.000 sampai Rp26.000 per hari, angka yang cukup besar bagi seorang ibu rumah tangga.

Seiring pesan dari Bupati Padang Pariaman yang juga selalu digaungkan oleh Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Padang Pariaman Yurisman,SP,MM “Jangan ada satu jengkal pun lahan yang tidak termanfaatkan”.

Ini hanya sebagian kecil cerita dari KWT yang mendapat dampak dari program KRPL, bahwa kolaborasi yang baik, akan memberikan dampak positif dalam pelaksanaan program kegiatan.(suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas