Strategi Pencegahan Narkoba di Sekolah

Elfizon SPdI - Guru Pendidikan Agama Islam SDN 03 Sungai Beringin Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota

Elfizon SPdI – Guru Pendidikan Agama Islam SDN 03 Sungai Beringin Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota

Advertisements

Oleh : Elfizon, SPdI, Guru Pendidikan Agama Islam SD Negeri 03 Sungai Beringin Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota

NARKOBA, salah satu penyebab penyakit masyarakat (pekat) karena penggunaan narkoba yang tidak mendapat control medis akan menimbulkan  ekses negative dan membahayakan bagi pemakainya. Indonesia, negeri yang indah dan elok ini ternyata saat ini tidak hanya sebagai transit obat terlarang itu, tapi sudah menjadi tempat pemakaian yang potensial dan bahkan menjadi tempat produksi barang haram tersebut. Padahal sesuatu yang telah Allah dan Rasul-Nya haramkan berarti suatu bukti akan menimbulkan bahaya (kemudharatan), seperti halnya dengan narkoba, naza dan semua yang dapat menimbulkan dan menutupi akal.

Firman Allah, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, Karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Baqarah:195)

Oleh karena itu, sebagai generasi muda yang bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa Indonesia umumnya, dan Minangkabau khususnya yang identik dengan nilai-nilai religius lewat falsafah “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” tentu kita prihatin dengan kedaaan para generasi muda yang terlena di dalam bencana kehidupan masa depan mereka. Mereka sebenarnya terlalu suci dan bersih, tetapi dunia narkoba membuat mereka tergelincir kedalam lembah hitam.

Mereka, yang tergelincir ini, tidak tahu bahwa lembah hitam mereka tidak tahu bahwa lembah ini berbahaya, mungkin juga ini terjadi karena keluguan yang tidak disadari yang akhirnya terjerumus untuk mencoba narkoba atau sejenisnya yang pada awalnya mungkin hanya untuk iseng dan coba-coba atau pengaruh desakan teman sepergaulan dan sebagainya.

Menurut penelitian dan data dari UNDCP (United Nation Drug Control Program) lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia telah menyalahgunakan narkoba. Mulai dari penyalahgunaan dengan cara penghirupan bahan-bahan kimia (dikenal dengan istilah ngelem) oleh anak jalanan, penggunaan ekstasi dan sampai kepada pecandu berat dari heroin (putaw).

Kesengsaraan yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba tidak dapat dihitung. Pemakaian narkoba yang salah dalam masyarakat umumnya dan siswa-siswi mulai dari SD hingga SMA, generasi penerus harapan bangsa telah menyebabkan hilangnya harta, meningkatnya biaya kesehatan keluarga, kekerasan terjadi di jalan-jalan. Meningkatnya kriminalitas dan hancurnya kehidupan keluarga dan masyarakat.

Belum lagi akibat fatal yang ditimbulkan narkoba di dalam keluarga yang menyebabkan rusaknya kehidupan ekonomi, kematian anak, ayah, dan juga hilangnya masa depan anggota keluarga akibat pengaruh narkoba yang telah bersarang dalam tubuh mereka.

Jadi, yang perlu kita renungkan dan laksanakan sekarang ini adalah bagaimana mencegah agar diri kita, keluarga kita serta generasi muda, remaja, para pelajar terlepas dari kehancuran dan tidak menjadi korban dari penyalahgunaan narkoba serta tidak tergoda oleh para pemakainya.

Bentuk dan Jenis

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat-Obat Berbahaya. Narkoba bukan hanya merusak seseorang secara fisik, tetapi juga merusak jiwa dan masa depannya sebagaimana yang telah penulis antarkan dalam pendahuluan di atas. Secara fisik, semakin lama semakin rusak (ambruk) sementara mentalitasnya sudah terlanjur ketergantungan dan membutuhkan pemenuhan narkoba dalam dosis yang semakin tinggi.

Jika tidak berjumpa dengan narkoba, maka tubuh akan mengadakan reaksi yang menyakitkan diantaranya : sembelit, muntah-muntah, kejang-kejang dan badan menggigil (sakau).

Adapun yang termasuk jenis-jenis dan bentuk serta wujud narkoba adalah Miras (Minuman Keras). Miras adalah jenis minuman yang mengandung alkohol dan bisa dikonsumsi dalam jumlah cukup banyak dapat mengganggu pikiran. Sementara alkohol termasuk zat adiktif, artinya zat yang dapat menimbulkan adiksi (addiction) atau ketagihan, ketergantungan. Karena miras ini sangat berbahaya maka dalam beberapa firman-Nya Allah mengingatkan “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Al-Maidah:90)

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (Al-Maidah 91 )

Ganja (Tetrahidrocanabino = THC) adalah zat kimia yang disebut delta-9-tetra hindokanabinol (THO) dan mempengaruhi indra pendengaran dan penglihatan. Ganja ini dikategorikan kepada narkotika seperti halnya candu, morfind, kokain, dan heroin.

Putaw/Heroin adalah bubuk/Kristal heroin. Jenis ini tidak ditemukan di dalam undang-undang narkotika, tetapi jika diselidiki bisa dijerat Undang-Undang. Zat yang dikandungnya tiada lain adalah heroin.

Heroin adalah merupakan salah satu bahan psikotropika/psikoaktif. Etil alcohol yang terdapat dalam minuman keras, mempunyai dampak negatif yang dapat menekan aktivitas susunan saraf pusat dibanding pengaruhnya terhadap orang lain. Dalam hal ini, bila kadarnya dalam darah sebesar 0,30 persen saja, dapat menyebabkan kehilangan kesadaran sehingga pemakainya mengalami stupor (tukang tidur, tidak dapat dibangunkan kalau perangsangnya sedikit).

Shabu-shabu/kokain, adalah Kristal berisi methamphetamine yang menyebabkan tubuh bertahan segar bugar untuk waktu tertentu.

Kokain berasal dari daun/ tanaman coca. Biasanya digunakan dengan cara menaruh bubuk atau hancuran kristalnya pada selaput lender hidung lalu dihirup.

Narkotika adalah disamping sebagai pereda sakit/nyeri yang hebat, narkotika dapat menyebabkan orang tertidur dengan iringan mimpi indah, dan efek samping lain yang ditimbulkan adalah penurunan atau perubahan kesadaran serta menimbulkan ketergantungan.

Ecstasy adalah zat atau bahan tidak termasuk narkotika atau alcohol, melainkan termasuk zat adiktif (zat yang dapat menimbulkan adiksi/kecanduan). Ecstasy ini berbentuk tablet atau kapsul berisi 3-4 methylendioxy methamphemine (MDMA) yaitu, suatu zat tergolong stimulansia (semacam perangsang).

Psikotropika

Adalah biasa digunakan oleh spikiater untuk menyembuhkan orang gila, orang yang mau melakukan bunuh diri dan orang yang sakit maag.

Hal ini berbeda dari alcohol dan narkotik, karena kelompok ini cukup luas cakupannya dan terdiri dari bahan aktif seperti anti cemas, anti sedih, anti kacau, anti insomnia, dan anti tegang ( mental relaxion). Obat psiktropik/ psikoaktif ini bekerja pada susunan saraf pusat baik langsung ataupun tidak langsung.

Opium adalah berasal dari getah pohin candu dimana candu ini dapat menyebabkan tidur dan efek sampingnya bisa menyebabkan ketergantungan, sakau, dan euphoria.

Perubahan Perilaku

Dari perilaku, nampak perubahan dengan terjadi; Pertentangan, Perkelahian, Tindak kekerasan, Gangguan dalam fungsi sosial, Tidak karuan dalam pekerjaan, Sedikit-sedikit harus demontrasi. Sementara, Gejala fisiologis; Cara jalan yang tidak mantap (sempoyongan), Bicara kurang jelas, Mata merah dan jereng, Muka merah, Gangguan koordinasi, Penampilan kurang meyakinkan.

Gejala psikologik, Tumpul daya ingat, Kurang konsentrasi, Perasaan tak terkontrol, Emosi meledak-ledak, Perubahan alam perasaan, Percaya diri seakan meningkat, Kepribadian seakan bersemangat, Ceroboh/gangguan perhatian kecelakaan lalu lintas menghampiri, Banyak bicara (suka ngelantur), Mudah marah dan tersinggung (iritabilitas), Pusat hambatan malu mengalami depresi, Psikis emosional diikuti gangguan sensoris dan motorik yang ujung-ujungnya mabuk.

Gejala putus alkohol, gemetaran baik tangan, lidah dan kelopak mata, perut melilit, mual dan muntah, keletihan, rasa takut menghantui, perasaan cemas, pembawaan tidak senang, jantung berdebar-debar, keluar keringat berlebih-lebihan, tekanan darah naik, perubahan alam perasaan, halusinasi pendengaran, hipotensi ortoristik (tekanan darah menurun karena berbaring, duduk dan berdiri).

Pemakaian miras dalam jangka panjang akan mengakibatkan, gangguan pada organ otak, gangguan pada liver, alat pencernaan, otot, janin, nutrisi, metabolisme, risiko kanker. Selain itu ada juga beberapa dampak yang ditimbulkan dari narkoba: pupil mata mengecil atau bisa melebar, euphoria, disforia, apatis (acuh tak acuh), lemas tidak ada tenaga, mengantuk, dorongan tidur kuat, malas beribadah yang akibatnya sering meninggalkannya, banyak alasan, suka cabut/bolos sekolah, pergaulan bebas (semau gue/nan kalamak dek awak), banyak menghutang, melakukan kriminalitas, prestasi belajar menurun, melawan orang tua, guru, dan atasan, suka mengancam, menggertak, konsentrasi kurang, senang berkelahi, dan lainnya.

Musuh Nyata

Tidak bisa disangkal lagi bahwa narkoba adalah musuh yang tampak dan nyata, ini merupakan produk setan. Begitu hebatnya setan ini menghiasi manusia terjerumus terhadap tipu daya baik baik berupa narkoba atau perbuatan-perbuatan yang dapat menghilangkan akal pikiran sehat, sehingga banyak yang kehilangan kesadaran. Betapa prihatinnya kita, produk ini telah menjalar ke segala lapisan masyarakat dari mulai golongan elit, sampai golongan ekonomi sulit, mahasiswa bahkan sampai kepada siswa (SD, SMP,SMA), apakah semua ini bukti akan timbulnya lost generation?

Renungilah ayat berikut, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (An-Nissa:9)

Maka sudah jelas bahwa narkoba ini sangat membahayakan dan akan merusak generasi demi generasi. Oleh karena itu narkoba adalah musuh yang nyata sebagaimana setan.

Strategi Pencegahan

Dalam upaya mencegah dan menanggulangi kasus-kasus penyalahgunaan narkoba dikalangan siswa SD, SMP dan SMA dibutuhkan upaya kerja sama erat antara instansi terkait dan masyarakat. Berdasarkan undang-undang, Polri diberi tugas sebagai unsur terdepan dalam penanggulangan terhadap setiap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Oleh pemerintah atau Polri dalam upaya penanggulangan melakukan empat rangkap. Pre-Emptif, dengan kegiatan bersifat hulu, berupa kegiatan edukatif, menyadarkan mengidupkan faktor pendorong dan faktor-faktor korelatif krimiogen dengan menggunakan jalur-jalur keluarga, pendidikan, lembaga keagamaan dan ormas-ormas. Kedua, Preventif. Upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kejahatan narkoba, melalui pengendalian dan pengawasan jalur resmi, pengawasan jalur peredaran gelap. Dengan tujuan agar Police Hazard tidak berkembang menjadi ancaman faktual.

Ketiga, Refresif. Merupakan upaya penindakan dan penegakan hukum terhadap ancaman faktual dengan sangsi tegas dan konsisten sehingga dapat membuat jera para penggunaan narkoba. Terakhir, treatment dan rehabilitasi. Dilakukan dengan kerja sama lintas sektoral, yaitu dengan dinas sosial, departemen kesehatan, dan lainnya.

Peran Masyarakat

Penampakan masalah narkotika di Indonesia umumnya, dan di Ranah Minangkabau khususnya, menjadi tanggung jawab pemerintah, masyarakat dan subtansi yang terkait sebagaimana termuat dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 1997 dimana mewajibkan masyarakat ikut aktif dalam memerangi kejahatan tindak pidana narkotika merupakan kasus yang diprioritaskan.

Menyadari makna Undang-Undang tersebut, dampak buruk dari kejahatan narkoba maka sangat diharapkan peran serta masyarakat secara pro aktif, termasuk kaum ibu dalam ikut memberantas jaringan kejehatan narkoba di Indonesia. Hal tersebut dapat dilaksanakan antara lain:

Keluarga lewat perhatian dan pengawasan orang tua terhadap anak. Lalu, komunikasi yang baik antar anggota keluarga. Penciptaan keluarga yang rukun, harmonis, dan agamis. Kedua, masyarakat kampus atau sekolah. Peran pimpinan kampus/dosen/guru sekolah.

Ketiga, Peran mahasiswa/pelajar. Selanjutnya, peran karyawan kampus/sekolah, unsur keagamaan, melalui alim ulama, ustadz, khatib dan guru-guru agama, peran pesantren, wirid, pengajian-pengajian TPA/TPSA, dan peran organisasi keagamaan, peran santri dan siswa, kelompok masyarakat lain, peran LSM,PKK, karang taruna/organisasi pemuda, dan lainnya. Bagi siswa sendiri dengan menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas belajar, olahraga, pramuka, kesenian, laksanakan ajaran agama, atasi masalah kehidupan dengan keterbukaan, realistis/tidak mendramatisir masalah.

Demikianlah uraian singkat tentang Strategi Pencegahan Narkoba bagi siswa SD, SMP dan SMA ini disampaikan dengan harapan ada manfaat dan dapat mengunggah hati para generasi penerus harapan bangsa dan agama, serta dapat menggugah kita untuk berperan serta dalam penanggulangan dan pencegahan dampak negatif narkoba, minimal di wilayah kita.

Penulis yakin, penyajian ini masih belum sepenuhnya sempurna mengingat keterbatasan kemampuan penulis dalam menganalisa bahan-bahan rujukan/bacaan. Oleh karena itu mohon dimaklumi.***

— BIODATA —

NAMA                                   : ELFIZON,S.Pd.I

Tempat tanggal lahir    : Tambun ijuk, 16-12-1971

Pendidikan                        : SD, MTSN, MAN, DII PAI STIT PAYAKUMBUH

Status                                   : kawin

Istri                                       : Yulizarmi

Anak 2 orang                     :

                                                    1. Rafiqil A’laa

                                                    2. Rafiqatul Salsabila

Pekerjaan                     : PNS Daerah, Guru PAI SD 03 Sungai Beringin

One comment

  1. Terima kasih telah mengunjungi dan menanggapi tulisan di laman kami. Tetap ikuti Padang-Today.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*