Suhatri Bur, Kita Ciptakan Hidup Sehat Dalam Lingkungan Kita Sendiri

Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur Ketika Memeberikan Sambutan Pada Acara Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) (foto/humas)

Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur Ketika Memeberikan Sambutan Pada Acara Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) (foto/humas)

Advertisements

Padang-today.com__Masih banyak prilaku dari masyarakat yang perlu kita benahai bersama terkait dengan membangun pola pikir dalam menjaga kesehatan lingkungan, baik itu kebiasaan jamban yang tidak memenuhi kesehatan, kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat dan belum adanya pemilahan jenis  sampah dan prilaku tidak sehat lainya. Hal ini di ungkapkan Wakil Bupati Padangpariaman Shatri Bur, saat membuka acara Konsultasi Publik Program Percepatan Sanitasi Permukiman (PPSP), di Hal IKK Parit Malintang, Senin 29-08-2016.

Dalam siaran press realase Humas Setdakab Padangpariaman menyebutkan, Acara tersebut dalam rangka menghimpun Aspirasi dari kecamatan dan Nagari. Hadir pada acara tersebut Sekda Jon Priadi selaku ketua Pokja sanitasi Kabupaten Padang Pariaman, Asisten Administrasi Ekbangkesra Ir. Ali Amran MP, Kepala SKPD Terkait, Para Camat dan Wali Nagari Sepadang Pariaman, juga dihadiri ketua Pokja sanitasi dari Provinsi Sumatera Barat.

Menurutnya, prilaku masyarakat yang beresiko terhadap kesehatan mereka sendiri masih banyak kita jumpai di Padangpariaman, sehingga membahayakan kesehatan keluarga dan lingkungan.

“Masih  prilaku masyarakat yang beresiko bagi kesehatan mereka sendiri sehingga akan membahayakan kesehatan keluarga dan lingkungan nya, oleh karena itu melalui studi EHRA ini semua masayarakat Kabupaten Padang Pariaman memulai perilaku yang higienis seperti BAB pada tempatnya, cuci tangan pakai sabun,  pengelolaan air minum rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan limbah rumah tangga,” ungkap Suhatri Bur.

Lebihlanjut Suhatri Bur menyampaikan harapannya, melalui studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) kebiasaan lama yang kurang tepat dalam menjaga kesehatan lingkungan dan kesehatan pribadi bisa mulai berubah. Sehingga tingkat kesehatan Masayarakat Kabupaten semakin meningkat.

Sementara Ketua Pokja Sanitasi Kabupaten Padang Pariaman Jon Priadi SE. MM, dalam laporannya mengatakan Pokja hampir setiap minggu melakukan Rapat monitoring dan evaluasi. Dan kita telah menyelesaikan pemetaan profil sanitasi meliputi sub sektor air limbah domestik, persampahan, drainase lingkungan serta prilaku hidup bersih dan sehat sesuai program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

“Melalui konsultasi publik ini kita tinggal menghimpun masukan dan penyempurnaan untuk menghasilkan study ini, sehingga akan melahirkan rekomendasi yang akan kita lakukan untuk untuk menyusun Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi KabupatenPadang Pariaman  berdasarkan pendekatan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP). “ Ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Padangpariaman ini.

Sedangkan Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman dr. Jasneli,  menjelaskan tujuan Studi EHRA adalah memberikan advokasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat akan pentingnya layanan sanitasi, mendapatkan gambaran kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku yang beresiko terhadap kesehatan lingkungan; dan menyediakan informasi dasar yang valid dalam penilaian Risiko
Kesehatan Lingkungan

Ia menambahkan, Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) atau Penilaian Resiko Kesehatan karena Lingkungan merupakan salah satu dari beberapa studi primer yang harus dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) sanitasi Kabupaten untuk menyusun Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) berdasarkan pendekatan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) di Daerah Padang Pariaman. (Laporan VIVI TKIP Dinkes) (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*