Sumbar Harus Tiru Sistem Pengelolaan Olahraga Jabar

Kunjungan Kerja F-WOS ke KONI Jabar

Laporan Faisal Budiman dari Bandung

Advertisements

IMG-20161217-WA0035
Banyak yang menuding keberhasilan Jawa Barat menyabet juara umum pada PON 2016 dengan mampu mengumpulkan 200 keping lebih medali emas didukung oleh keberpihakan wasit, juri dan elemen terkait.

Dari hasil kunjungan kerja Forum Wartawan Olahraga Sumatra Barat (F-WOS), Sabtu (17/12) ke kantor KONI Jawa Barat, sinyalemen yang berkembang selama ini bisa dikatakan tidak terbukti. Pasalnya jelang PON, Jawa Barat merupakan daerah satu-satunya yang paling lama menggelar persiapan, bahkan mengirim atlet berlatih ke laur negeri.

IMG-20161217-WA0047

Demi merealisasikan misi Jabar Kahiji (Jabar Juara) di PON 2016, KONI didukung penuh Pemprov dan DPRD Jawa Barat menggelar persiapan setelah PON 2012 di Riau. Bahkan sebagain cabang olahraga unggulan khususnya bela diri sengaja dikirim berlatih ke Kore Selatan selama 3 tahun penuh.

“Kita mengirim 10 Cabor dengan target 50 medali emas berlatih di Korea. Alhamdulillah usaha itu mendatangkan hasil yang memuaskan, kita melebihi target. Dari yang awalnya menargetkan hanya menyabet 50 medali emas, namun akhirnya kita dapat 60 lebih medali emas,” sebut Kepala Bidang Kominfo KONI Jabar, Siti Suwaningsih saat menyambut rombongan F-WOS Sumbar.

IMG-20161217-WA0051

Sepuluh cabang olahraga yang melakoni pemusatan latihan jangka panjang di negeri ginseng tersebut diantaranya Cabor sepatu rida, karate, tinju, taekwondo, dan karate. Uniknya yang melakukan kerjasama dengan Korea bukan hanya KONI Jawa Barat saja, namun juga pemerintah provinsi.

KONI Jabar menurutnya hanya mengirim atlet yang memiliki potensi besar meraih medali emas PON berlatih ke luar negeri. Sementara yang dinilai tidak begitu memiliki peluang hanya berlatih di Indonesia.

“Kita memiliki tim sport sains dan intelegent sport, merekalah yang bertugas memantau perkembangan dan peta persaingan di PON lalu. Dari sana kita simpulkan bersama, siapa saja atlet kita yang bakal meraih medali emas,” tambahnya.

Masih menurut Siti, analisa kekuatan masing-masing cabor melibatkan tim khusus dari UPI Bandung. Universitas itu terlibat penuh dalam penuyusunan kekuatan hingga akhirnya keluar kesimpulan bahwa, Jabar pada PON 2016 dinyatakan mampu meraih 200 lebih medali emas.

IMG-20161220-WA0017

“Gubernur Jabar awalnya tidak yakin mampu merealisasikan target tersebut. Namun tim tetap yakin karena berbekal analisa yang akurat. Itu akhirnya terbukti pada PON lalu. Intinya sport sains dan teknologi sangat berpengaruh dalam mengukur kekuatan sebuah daerah,” tambahnya.

Anggota bidang Kominfo KONI Jabar, Irfan menambahkan, untuk menghadapi PON Papua, program yang sama tetap dilakukan dengan mengirim atlet berpeluang medali emas berlatih ke luar negeri khususnya ke Korea Selatan.

“Kita mengirimkan memang atlet yang benar-benar berpretasi, jika target kita 60 medali emas, maka yang 60 atlet berpeluang medali emas saja yang dikirim. Hal ini bisa pula ditiru oleh Sumatra Barat,” sambung pria yang juga berprofesi sebagai wartawan olahraga itu.

Sementara dari sisi pemberian bantuan berupa uang bulanan atlet, KONI Jawa Barat hanya memberikannya sebelum hingga saat pelaksanaan PON saja. Setelah multi iven berakhir, pemberian bantuan kepada atlet dihentikan dan berlaku kembali satu tahun sebelum PON.

“Kita tidak memberikan bantuan materi setiap bulan kepada atlet dan pelatih. Bantuan itu hanya diberikan satu tahun sebelum PON dan akan distop setelah PON,” jelas Irfan.

Pasca PON Venue Olahraga Dihibahkan ke KONI Jabar

KONI Jawa Barat berpeluang mengelola penuh seluruh venue cabang olahraga pasca PON 2016. Itu karena, Pemprov Jabar akan menghibahkan seluruh sarana olahraga kepada KONI Jawa Barat.

Saat ini, KONI Jabar baru mengelola 9 venue olahraga. Sistem pengelolaannya juga dibantu oleh Pemprov baik dari sisi personel maupun penganggaran.

“Untuk membantu biaya perawatan, biasanya kita membuka venue itu untuk umum, kepada masyarakat yang menggunakan sarana itu untuk berolahraga kita mendapat kontribusi bantuan kebersihan. Beberapa venue yang dikelola tersebut diantaranya Lapangan Tembak Cisangka yang sudah berstandar internasional dan lebih baik dari venue menembak di Jakarta dan Palembang. Sarana olahraga ini berpotensi sebagai venue Asian Games tahun 2018,” sambung Siti Suwaningsih.

IMG-20161217-WA0041

Hebatnya lagi, sembilan venue tersebut langsung dibangun dan dirancang oleh KONI Jabar.

“Dalam waktu dekat akan dilangsungkan penyerahan aset dari Pemprov ke KONI Jawa Barat dalam bentuk hibah. Untuk perawatannya menggunakan personel dengan SDM yang sudah teruji sementara dari sisi anggaran pemeliharaan langsung dari pemerintah melalui APBD provinsi,” tutup Siti. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*