SUTANTO PENYUAP IG DITUNTUT EMPAT TAHUN PENJARA

     Direktur CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto duduk dibangku persidang mendengarkan tuntutan JPU.Sutanto dituntut empat tahun penjara terkait kasus dugaan gula ilegal tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI) seberat 30 ton.

Direktur CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto duduk dibangku persidang mendengarkan tuntutan JPU.Sutanto dituntut empat tahun penjara terkait kasus dugaan gula ilegal tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI) seberat 30 ton.

Advertisements

Padang,PADANG-TODAY.COM-Jaksa Penutut Umum (JPU) menuntut terhadap Direktur CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto penyuap mantan Ketua DPD-RI Irman Gusman pidana 4 tahun penjara juga dituntut membayar denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan terkait kasus dugaan gula ilegal tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI) seberat 30 ton.

Agenda pembacaan tuntutan tersebut dilakukan di  Pengadilan Negeri Klas I A Padang, Sumatera Barat,Rabu (16/11). Pembacaan tuntutan tersebut hadir pihak keluarga Sutanto,terdakwa saat menjalani sidang tuntutan tersebut mendapat pengawal ketat dari pihak kepolisian, Komisi Yudisial,serta beberapa orang dari pihak KPK.

Sidang ini di pimpin hakim Ketua Amin Ismanto dengan didampingi hakim anggota Sri Hartati dan Sutedjo,sedangkan JPU yakni Rikhi B cs.Terdakwa didampingi Penasehat Hukum Defrika Yuliandra dan Desmon Ramadhan.

“Menjatuhkan hukuman pidana terhadap terdakwa Xaveriandy Sutanto dengan pidana 4 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan,”kata Rikhi B JPU saat membacakan tuntutan di PN Padang.

Terdakwa terbukti bersalah telah peraturan yang berlaku dimana menjual atau mengedarkan gula tanpa label SNI. Terdakwa Sutanto terbukti secara bersalah dimana mengedarkan gula tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI) seberat 30 ton.

“Padahal dalam peraturan wajib mencantum label SNI hal ini sesuai Pasal 113 UU RI No 7 Tahun 2014 jo Pasal 57 Ayat (1) UU RI No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan jo Peraturan Menteri Pertanian No: 68/Permentan/OT.140/6/2013 tentang Pemberlakuan SNI Gula Kristal Putih secara Wajib atau Melanggar pasal 65 huruf a UU RI No 20 Tahun 2014 tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian jo Pasal 25 Ayat (2) huruf a UU RI No 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian,”jelas Rikhi.

Sementara itu Penasehat Hukuk terdakwa, Defrika Yuliandra menyatakan, kliennya akan melakukan pembelaan (pledoi) atas tuntutan JPU tersebut.

“Dimana tuntutan JPU tidak sesuai dengan fakta-fakta di persidangan hanya kesimpulan penutut umum saja.Banyak keterangan saksi dan ahli tidak menjadi pertimbangan JPU,”katanya.

Direktur CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto ditangkap KPK pada Sabtu (18/9) dinihari terkait dugaan pemberian suap kuota impor gula kepada Ketua DPD RI, Irman Gusman.

Selain Sutanto, KPK juga menangkap isterinya Memei dan Willy Sutanto adik dari Xaverandy Sutanto serta Irman Gusman. Xaverandi Sutanto diduga memberikan uang Rp100 juta kepada Irman Gusman terkait kuota gula impor untuk wilayah Sumbar.

Atas kasus dugaan suapnya itu, Xaveriandy Sutanto juga ditahan oleh penyidik KPK di Jakarta.(*nat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*