Syafrizal Peduli Wisata Sumbar: Menuju Bali Dengan Aksi Jalan Kaki

Syafrizal peduli atas Wisata Sumatera Barat.

Syafrizal peduli atas Wisata Sumatera Barat.

Advertisements

Tanahdata, PADANGTODAY.com-Syafrizal warga Muaro Sijunjung melakukan aksi peduli wisatanya dengan berjalan kaki menuju Bali. Sebelumnya ia juga pernah lakukan aksi serupa dengan mengunakan sepeda untuk gerakan yg ia sebut mengedepankan kebersihan dan aksi peduli lingkungan, pengakuan syafrizal.

Tahun ini Syafrizal melakukan aksi ini di dasar kan kepeduliannya akan potensi wisata di Sumatara Barat umumnya dan khususnya di daerahnya muaro sijunjung yang belum mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Ia berharap dengan aksinya ini dapat menggunggah Pemda terkait akan potensi wisata dan bagi masyarakat di luar Sumatera Barat akan mengenal potensi wisata di Sumatera Barat.

“sebenarnya potensi wisata di kampung halaman saya di Muaro Sijunjung sangat banyak yang bisa dijadikan destinasi wisata, namun Saya prihatin dengan pengelolaannya belum maksimal, inilah yang memicu saya untuk lakukan aksi ini” terang Syafrizal

Perjalanan Syafrizal berjalan kaki ini dimulai pada tanggal 6 April lalu dari muaro Sijunjung dan sudah sampai di Kabupaten Tanah Datar Rabu (8/4), akan dilanjutkan menuju Bukittinggi, Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan dan kota lain yang akan dilaluinya sampai akhirnya nantinya sampai di kota tujuannya yaitu Denpasar Bali.

Dari daerah yang dilaluinya, Syafrizal sering menghabiskan waktu istirahat di Mushalla atau SPBU untuk sekedar melepas lelah, berbekal sedikit uang saku dan obat-obatan secukupnya dengan bendera merah putih berkibar di atas pundak laki-laki ini.

Apabila sudah sampai di suatu Kota yang di laluinya maka ia akan menyambangi Dinas Pariwisata untuk membagikan brosur pariwisata dari daerah kelahirannya.

Dari pengalaman sebelummnya Syafrizal menuturkan bahwa keindahan alam Minangkabau tidak kalah dari daerah lain, namun pengelolaan potensi wisata yang belum maksimal. “keindahan objek wisata di Sijunjung banyak yang indah, di Tanah Datar keindahan dan keagungan Istano Basa Pagaruyung menjadi daya tarik yang sangat luar biasa, inilah yang akan coba saya perkenalkan didaerah lain” tutur Syafrizal.

Syafrizal yang terlahir 5 Mei 1970 ini hidup sebatang kara, ia ditinggal pergi istrinya beberap tahun lalu dan tidak mempunyai keturunan dari pernikahannya dan bekerja sehari-hari sebagai pekerja serabutan. Perhatiannya terhadap pariwisata yang menggungahnya untuk melaksanakan misi ini dan ia berharap dukungan dari semua pihak. “Saya berharap dukungan dari semua pihak, semoga perjalanan ini tidak sia-sia” tutup Syafrizal.(romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*