Tabuik Piaman Akan Menjadi World Heritage

 

Padang-today.com__Tabuik Pariaman akan kita usulkan untuk menjadi warisan dunia (World Heritage), yang dikelola oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO).

“Tabuik Pariaman sudah ada sejak abad ke-18, dan pemerintah Kota Pariaman akan selalu merawat tradisi budaya tersebut, untuk itu, di tahun 2020 mendatang, kami  akan mengusulkan agar Tabuik Pariaman ini masuk sebagai salah satu warisan dunia”, ujar Walikota Pariaman, Genius Umar ketika memberikan pernyataanya di Press Conference iven Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2019, kemaren di ruang rapat Walikota Pariaman.

UNESCO sendiri adalah organisasi yang merawat dan mencatat warisan-warisan yang ada di dunia, yang telah dinominasikan untuk program Warisan Dunia internasional yang dikelola UNESCO World Heritage Committee.

“Sebuah Situs Warisan Dunia adalah suatu tempat Budaya dan Alam, serta benda yang berarti bagi umat manusia dan menjadi sebuah Warisan bagi generasi berikutnya. Program ini bertujuan untuk mengkatalog, menamakan, dan melestarikan tempat-tempat yang sangat penting agar menjadi warisan manusia dunia”, tuturnya lebih lanjut.

Festival Tabuik merupakan salah satu tradisi tahunan di dalam masyarakat Pariaman. Perhelatan tabuik merupakan bagian dari peringatan hari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein bin Ali di Padang Karbala.

“Menurut kisah yang diterima masyarakat secara turun temurun, dan yang ditulis didalam artikel-artikel, baik cetak dan online, bahwa Tabuik ini diperkirakan muncul di Pariaman sekitar tahun 1826-1828 Masehi,  sama dengan trakkat (perjanjian) london”, jelasnya.

Dengan adanya bukti sejarah tersebut,  maka sudah selayaknyalah bahwa Tabuik Pariaman hendaknya dapat terus kita budayakan agar tak lekang oleh waktu dan zaman, dengan mendaftarkanya sebagai salah satu Warisan Dunia.

Selain itu, Festival Tabuik Pariaman 2019 kali ini agak sedikit berbeda, dimana kita juga akan membuat satu tabuik lenong untuk masing-masing kecamatan.

“Nanti di anjungan Pantai Gandoriah, ada 4 (empat) Tabuik Lenong, dimana berasal dari 4 Kecamatan yang ada di Kota Pariaman, yang akan kita bariskan disana. Untuk menambah semarak, kita juga meminta agar seluruh Kepala Desa dan Lurah, untuk memakai baju adat dan turut menjadi penabuh gendang tambua dan tasa nantinya”, ulasnya.

Dengan nanti tercatatnya Tabuik Pariaman sebagai salah satu World Heritage, akan menjadi dayatarik yang lebih besar turis mancanegara, untuk menyaksikan secara langsung kemeriahan pelaksanaan Tabuik Pariaman ini,

“Festival Tabuik Pariaman ini, merupakan core event pariwisata nasional dan merupakan salah satu kekayaan budaya Minangkabau”, tandasnya menghakiri. (Herry Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas