Taeh Baruah dan Sarilamak Membara, Sigulambai Lumat Burung Puyuh dan Ruko 2 Pintu

Kebakaran - Ilustrasi

Kebakaran – Ilustrasi

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANGTODAY.com-Kamis (2/4) api mengamuk di dua Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota. Pagi sekitar Pukul 03.30 WIB api menghanguskan hampir Seribu Burung Puyuh milik Roni (34), warga Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh. Tepat sekitar Pukul 22. 20 WIB tengah malam  api mengamuk di ruko milik Eva Susanti (40), di Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa dua kebakaran dilokasi berbeda itu. Hanya kerugian materi yang dialami korban. Namun begitu berapa jumlah kerugian belum bisa dihitung tetapi, diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Sigulambai yang memanas menghabiskan kandang puyuh milik Roni, diduga kuat api berasal dari arus pendek listrik. Akibat kandang puyuh terbut dari kayu dan triplek yang mudah dilalap api, membuat kobaran sijago merah cepat membesar. Dari penuturan Walinagari Taeh Baruah, Safri, awalnya api sudah membesar saat diketahui oleh pemiliknya Roni yang tinggal tidak jauh dari lokasi kandang puyuh itu.

“Ketika itu lampu mati, saat itu juga terdengar tangisan bayi anak kakaknya. Sehingga membuat pemilik Puyuh terbangun, dan terlihat api sudah membesar di kandang Puyuh miliknya.  Beruntung masyarakat sekitar lansung melakukan pertolongan dengan seadanya menjelang pemadam datang, sehingga api tidak merembet kerumah yang dekat dengan kandang puyuh itu,” jelas Safri saat dihubungi wartawan Jumat (3/4) kemarin.

Dikatakannya, dua kandang untuk puyuh gadis yang berisi sekitar 500 ekor habis jadi abu. Sedangkan mesin penetas dan anak-anak puyuh lainnya juga hangus tanpa tersisa. “Diperkirakan sekitar 1000 ekor puyuh habis, ditambah mesin penetas dan kandang, ya puluhan jugalah kerugiannya,” sebutnya memperkirakan.

Walinagari berharap agar Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menempatkan di setiap kecamatan satu unit damkar, mengingat letak satu kecamatan dengan lainnya di Kabupaten Limapuluh Kota berjauhan.

“Saya sudah usulkan itu, agar di setiap kebakaran yang terjadi cepat diantisipasi dengan adanya damkar di kecamatan walau hanya mobil kecil saja,” harapnya.

Sementara kebakaran ruko dua pintu di Nagari Sari Lamak, terjadi juga tengah malam, saat masyarakat sudah tertidur. Namun, karena api yang belum diketahui asalnya itu cepat membesar meludeskan barang-barang kebutuhan harian di dua ruko itu, cepat diketahui pemiliknya.

“Memang ada dua kejadian kebakaran sepanjang Kamis, satu di Taeh Baruah dan satu di sarilamak. Sampai kini kita belum kita ketahui asal api, da berapa kerugian. Namun, kita perkirakan puluhan juga rupiah,” jelas Kepala BPBD Limapuluh Kota Irfan.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*