Tak Ada Mantan Napi Koruptor Jadi Caleg

 

       Padang-today.com – Mantan Narapidan (Napi) kasus korupsi tidak masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) DPRD Provinsi Sumbar Pemilu Legislatif 2018.

    “Dari DCT telah ditetapkan, tidak masuk nama  mantan napi koruptor, napi kasus narkoba, napi kasus asusila,”kata Ketua KPU Sumbar, Amnasmen di Padang.

     Sejak awal tidak ada partai politik memasukan caleg mantan napi koruptor, napi kasus narkoba, napi kasus asusila.

“Caleg DPRD Provinsi Sumbar bersih dari mantan napi koruptor, napi kasus narkoba, napi kasus asusila,”jelas Amnasmen.

    Ia menyatakan, sesuai jadwal tahapan, tanggal 20 September 2018, KPU Sumbar susun dan menetapkan DCT Caleg DPRD.

“DCT telah ditetapkan tersebut berjumlah 935 caleg DPRD Provinsi Sumbar, terdiri dari 580 Laki-laki dan 355 caleg perempuan. Bacaleg kuota perempuan terpenuhi yakni 37,97 persen dari 30 kuota perempuan yang ditetapkan,”katanya.

Ia menjelaskan, ada dua bacaleg mengundurkan diri yakni Andri Syahnoor dari partai PKS karena tidak mengurus surat pengunduran diri dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kemudian caleg atas nama Jelly Aprilia Permana dari PSI dimana mengundarkan diri karena mau mengikuti tes CPNS,”

Sebelumnya partai politik mendaftarkan bacaleg 985 orang terdiri 610 laki-laki dan 375 perempuan, kuota perempuan 38,07 persen. Sedangkan ketika penetatapan DCS berjumlah  bacaleg sebanyak 875 orang terdiri dari 543 laki-laki dan 332 perempuan, kuota perempuan 37,94 persen.

    Amansmen menambahkan, untuk caleg DPD-RI dapil Sumbar penetatapan dilakukan KPU-RI.

KPU Sumbar menunggu salinan putusan hasil penetapan dilakukan KPU-RI. Hasil keputusan tersebut diumumkan media massa baik cetak, media elektronik dan online.

“Hal sama juga berlaku caleg DPRD Provinsi Sumbar juga di umukan media massa serta website KPU,”imbuhnya.(der)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*