Tak Terima Dijadikan Lokasi Penambangan Ilegal, Puluhan Warga Hentikan Aktifitas Galian C Di Batang Kalulutan

Aktifitsas penambangan Galian C Di Batang Kalulutan.

Aktifitsas penambangan Galian C Di Batang Kalulutan.

Advertisements

AGAM, PADANGTODAY.com-Puluhan masyarakat Dusun Tabuah Jorong II Garagahan Kecamatan Lubukbasung Kabupaten Agam, Selasa (24/2) siang, berbondong- bondong mendatangi batang Kalulutan yang diduga dijadikan tempat galian C. Kedatangan masyarakat tersebut untuk menghentikan proses pegerukan pasir dan batu dengan menggunakan satu unit alat berat di Batang kalulutan.

Dari pantauan padangtoday.com di lokasi, tampak puluhan dump truck yang lalu lalang mengangkut galian dari batang Kalulutan setelah digali menggunakan alat berat. Pemandangan tersebut jelas memicu kemarahan sebagian warga yang bermukim dan mempunyai lahan pertanian di sekitar batang Kalulutan yang di eksploitasi menggunakan alat berat.

Menurut Ediwarmanto Dt jandobasa selaku ninik mamak, mengatakan, bahwa proses pengerukan pasir di batang Kalulutan tersebut dapat mengancam tebing sungai yang berakibat habisnya lahan pertanian warga.

” Pihak yang melakukan pengerukan pasir dan batu di Batang kalulukan ini berasal dari PT ATR Lubukbasung, mereka menggali aliran sungai yang mengakibatkan terkikisnya tebing sungai yang berbatasan langsung dengan lahan persawahan warga, hal ini tentu menimbulkan ketakutan bagi masyarakat, apabila hal ini terus dilakukan maka lama kelamaan areal persawahan warga juga akan habis dimakan oleh aliran sungai akibat pengerukan” ujar Ediwarmanto Dt Jandobasa.

Selain itu, dia juga menambahkan bahwa akibat pengerukan yang telah dilakukan dengan alat berat sejak 4 hari yang lalu, masyarakat setempat yang sebagian besar bermata pencaharian pengangkut pasir di batang kalulutan menjadi terganggu akibat pengerukan alat berat yang menghambat aliran pasir di batang air.

” Kalau pasir dan batu terus di keruk dengan menggunakan alat berat, maka aliran pasir di batang air yang biasanya di gali oleh warga secara manual menjadi terhambat, hal itu jelas mematikan perekonomian warga sekitar yang bergantung dari mengangkut pasir batang Kalulutan” tambahnya.

Setelah adanya musyawarah yang melibatkan pihak Kepolisan dari Polres Agam dan Polsek Lubukbasung, camat Lubukbasung, ninik mamak, Walinagari, Bamus, pihak penggali pasir dan masyarakat, akhirnya diambil keputusan untuk menghentikan proses pengerukan dan mengeluarkan alat berat dari batang Kalulutan.

” Dari hasil keputusan munyawarah, aktifitas penambangan pasir dan batu ini di hentikan sementara sampai proses perizinan dari pihak penambang telah dikeluarkan. Saat ini mereka memang belum mempunyai izin karena masih dalam pengurusan izin ke Provinsi, untuk itu kita ambil jalan tengah agar mengeluarkan alat berat dari lokasi dan menghentikan kegiatan penambangan” ujar Hilton, camat Lubukbasung.(martunis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*