Tambah Dua Fakultas Pengembangan Kampus ISI Mendesak

Kampus ISI Padang Panjang.

Kampus ISI Padang Panjang.

Advertisements

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Sempat menghilang dan terkesan “dingin” dengan situasi Padangpanjang, pengembangan kawasan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang kembali “dihangatkan” dengan disetujuinya penambahan dua fakultas baru di lingkungan lembaga pendidikan tinggi seni tertua di Sumatera itu.

Dua fakultas yang disetujui oleh Kementrian Pendidikan Tinggi dan Ristek tersebut, adalah Fakultas Pendidikan Seni dan Fakultas Pendidikan Budaya. Belum lagi ada penambahan prodi dari sejumlah fakultas yang telah ada saat ini.

Pembantu Rektor I ISI Padangpanjang Ediwar ketika ditemui Rakyat Sumbar menyebutkan, surat penambahan dua fakultas yang disampaikan oleh Rektor ISI Padangpanjang ke Kementrian Pendidikan Tinggi dan Ristek tersebut, telah disetujui dan akan ditindaklanjuti dengan akan dimulainya penerimaan mahasiswa baru.

“Saat ini kita tengah mempersiapkan seluruh persyaratan untuk penambahan dua fakultas tersebut, seluruh bahan-bahannya telah kita rampungkan dan secepatnya akan kita kirim ke Dirjen Dikti,” kata Ediwar.

Ditambahkan Pembantu Rektor III Firman, seiring dengan penambahan dua fakultas tersebut dalam rangka pengembangan ISI Padangpanjang menjadi Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI). Mau tidak mau, ISI harus melakukan penambahan kawasan perkuliahan, karena bangunan perkuliahan yang ada saat ini dirasakan tidak memadai lagi.

“Dari beberapa penawaran yang telah datang ke ISI Padangpanjang, ada beberapa daerah yang sanggup memberikan lahan untuk lokasi pengembangan kampus. Tetapi, dari berbagai pertimbangan antara ISI Padangpanjang dengan pemko setempat dan tokoh masyarakat Padangpanjang, masyarakat Padangpanjang menginginkan pengembangan kampus ISI ini tetap dilakukan tapi di Kota Padangpanjang,” katanya.

Disampaikan Firman, dari beberapa kali pembicaraan antara pihak ISI Padangpanjang dan Pemko Padangpanjang, pihak ISI memimta agar Pemko Padangpanjang memberikan kawasan SMA 2 Padangpanjang dan komplek Dinas Pendidikan setempat, yang bersebelahan dengan ISI.

Sementara itu, Rektor ISI Padangpanjang Prof.Novesar Jamarun ketika ditemui disela-sela peringatan Hari Film Nasional, Senin malam, menyampaikan, pengembangan kawasan kampus ISI Padangpanjang tetap akan dilaksanakan, meskipun bukan di Padangpanjang sendiri sebagai daerah awalnya berdiri ISI.

“Kita memang telah coba untuk melakukan pembicaraan tentang pengembangan kawasan kampus tetap berada di Padangpanjang. Tetapi dari beberapa kali pertemuan, memang belum ditemui kata sepakat atau solusi untuk pengembangan kampus di kota ini,” kata Novesar.

Dijelaskannya, selain tetap bertahan di Padangpanjang, sudah ada beberapa daerah yang sudah bersedia untuk menyerahkan lahan sebagai lokasi pengembangan kampus ISI. Diantaranya di kawasan kayu Tanam Padangpariaman, di Malalak Agam dan terakhir dari Kabupaten Dharmasraya.

“Pengembangan ini mau tidak mau harus tetap kita lakukan, karena kita menginginkan ISI ini bisa besar dan terus berkembang seperti perguruan tinggi lainnya yang ada di Sumatera Barat. Tetapi, kita masih menunggu kesedian dari Pemko Padangpanjang untuk lokasi pengembangan kampus ini, jika sampai lepas keluar dari Padangpanjang, yang merasakan dampaknya juga masyarakat Padangpanjang,” ungkap Novesar Jamarun.

Sementara itu, Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis melalui Kabag Humas Setdako Padangpanjang Ampera Salim menyebutkan, Pemko memang telah melakukan pembicaraan tentang solusi untuk pengembangan kampus perguruan tinggi seni tersebut. Tetapi, pemko tentu harus melakukan kajian terlebih dahulu dalam melakukan kesepakatan dalam menghibahkan tanah milik pemko.

“Kita (pemko-red) masih mengkaji tentang aturan hukum dalam melakukan hibah tanah maupun bangunan, apalagi dalam beberapa kali pembicaraan dengan pihak ISI, ISI meminta lokasi komplek dinas pendidikan dan SMA 2 Padangpanjang yang bersebelahan langsung dengan komplek kampus ISI,” sebut Ampera.

Disampaikannya, langkah konsultasi yang telah dilakukan oleh Pemko Padangpanjang ke sejumlah pihak berkopenten dalam masalah hibah tanah dan bangunan tersebut, agar pemko sendiri dalam mengambil kebijakan terkait permasalahan tersebut tidak melanggar sejumlah aturan yang berlaku.
“Kita tetap menginginkan agar pengembangan ISI Padangpanjang ini tetap dilakukan di Padangpanjang dan kita juga tidak menginginkan ada permasalahan dikemudian hari terkait pengambilan keputusan ini,” ungkap Ampera Salim.(nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*