Tambak Tiram Dilirik Investor

Hamparan Tambak Udang Pantai Tiram Siap Pakai

Hamparan Tambak Udang Pantai Tiram Siap Pakai

Advertisements

Padangpariaman, PADANG-TODAY.com-Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Padangpariaman, Muhadek Salman lakukan penebaran benur Udang Vanname sebanyak 670 ribu ekor dalam enam petak tambak di Tiram, Selasa 07-06-2016.

Muhadek mengatakan, Tambak udang Vaname hingga saat ini masih prospektif, bagi yang berminat untuk investasi di dalam budidaya udang vaname ini ada tambak siap pakai atau disewa.

Lokasi tambak ini, jelas Muhadek, berada di Pantai Tiram, Keunggulan wilayah tersebut adalah perairan yang masih murni, jauh dari pencemaran karena bukan daerah Industri, tersedianya sarana produksi, dan akses pemasaran hasil budidaya yang baik.

Pada kesempatan ini, lanjutnya, Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Padangpariaman bersama PT Chaeron Pokhphand Medan mengoperasikan tamabak udang vaname ini di Pantai Tiram. Hal ini ditandai dengan melakukan penebaran benur Udang Vaname sebanyak 670 ribu ekor dalam enam petak tambak di Tiram tersebut.

“Untuk mengoperasional tambak ini kerjasama antara Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Padang Pariaman dengan PT. Charoen Pokhphand, tbk Medan,” ungkap Muhadek Salman

Dijelaskan, Udang Vanname (Lithopenaeus vannamei) adalah jenis udang introduksi dari Amerika Selatan yang mulai dibudidayakan di Indonesia sejak akhir dekade 90-an untuk menggantikan udang windu (Penaeus monodon) yang sudah sulit dibudidayakan karena serangan virus White spot.

Ia menambahkan, bila dibandingkan dengan jenis udang lainnya, udang vaname memiliki keunggulan yaitu, responsif terhadap pakan dengan kadar protein 25 – 30%  (lebih rendah dari udang windu)  dan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan suhu rendah, adaptasi terhadap perubahan salinitas (khususnya pada salinitas tinggi), dengan laju pertumbuhan yang relatif cepat pada bulan I dan II , dan angka kehidupan (survival rate/SR)  hidup tinggi.  Dan juga dapat ditebar dengan kepadatan tinggi karena hidupnya mengisi kolom air bukan di dasar saja, dan punya serapan pasar luas, mulai dari ukuran 10 hingga 25 gram per ekor.

Muhadek menjelaskan lebih jauh, Udang vaname dengan keunggulan yang dimiliki tersebut, sangat potensi dan prospektif pengembangannya.  Udang vaname saat ini banyak dibudidayakan di Sumater Utara, Lampung, Bengkulu, Banten, Pantai Utara Jawa Barat, Pantai utara dan selatan Jawa Timur, Pantai Utara dan selatan Jawa Tengah, DIY, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur.

Kemudian, lanjutnya, untuk jenis tambak yang digunakan juga bervariasi, ada yang masih berupa tanah, kolam semen dan kolam bak dan tambak ditutup dengan mulsa.  Sedangkan harga udang vaname saat ini cukup stabil, khususnya jika sudah mencapai size (jumlah udang per kg) di bawah 60. Untuk harga di Indonesia sangat dipengaruhi kondisi global karena udang vaname hasil pertambakan Indonesia lebih banyak yang dieksport, tandasnya.

“Semoga kerjasama ini saling menguntungkan dan menambah lapangan kerja baru di Padang Pariaman,” harapnya.

Tambak udang di pantai Tiram Siap dioperasikan

Tambak udang di pantai Tiram Siap dioperasikan

 

Sementara itu, Yondra Efendi selaku Site Manager PT. Charoen Pokhpan menjelaskan bahwa sepanjang pantai Barat Sumatera sangat cocok untuk budidaya Udang Vannamae dengan salinitas +18.

“Semoga semakin banyak yang melirik bisnis tambak ini di Padangpariaman,” harapnya. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*