Tan Sri Dr. Rais Yatim,P.hd Beri Kuliah Umum di ISI Padangpanjang “Kembalikan Kejayaan Budaya Nusantara”

Foto bersama Tan Sri Dr. Rais Yatim,P.hd Beri Kuliah Umum di ISI Padangpanjang.

Foto bersama Tan Sri Dr. Rais Yatim,P.hd  pada  acara Kuliah Umum di ISI Padangpanjang.

Advertisements

Padangpanjang, PADADNGTODAY.com-Menteri Penasehat Sosio Budaya Kerajaan Malaysia Tan Sri Dr.Rais Yatim,Phd sangat menyayangkan memudarnya kebudayaan Melayu di kalangan generasi muda di Indonesia. Apalagi, dengan gencarnya serangan dari peradaban barat, menjadikan sendi-sendi kebudayaan Melayu sebagai bagian kebudayaan Nusantara kian memudar dan
berangsur-angsur hilang.

Tan Sri Dr.Rais Yatim,Phd yang juga Presiden University Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM) itu, mengakui kejadian serupa juga terjadi di Malaysia. Bahkan, disana terjangan globalisasi semakin terasa dengan heterogennya penduduk Malaysia, yang berasal dari beragama etnis dan keterunan.

“Ketika saya tadi membaca surat kabar tadi pagi, di dalam bahasa Indonesia sangat banyak terselip bahasa asing. Belum lagi dari perilaku generasi muda kita yang sudah mulai melupakan budaya sendiri, kita sangat prihatin dengan keadaan saat ini,” kata Tan Sri Dr.Rais Yatim mengawali kuliah umumnya di gedung pertunjukan Hoerijah Adam Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Rabu kemarin.

Rais Yatim yang berasal dari Palupuah Kabupaten Agam itu, telah malang melintang dalam dunia pendidikan dan politik di Kerajaan Malaysia. Apalagi, pria humoris yang sangat mahir berbahasa Minang meski telah berpuluh-puluh tahun berada di negeri Jirannya Indonesia itu, masih begitu memperhatikan perkembangan kebudayaan di kampung halamannya.

“Kepada adik-adik yang menimba ilmu di perguruan seni ini, saya meminta untuk dapat mengaplikasikan bidang keilmuan yang dimiliki dan didapatkan di lembaga ini, untuk melestarikan kebudayaan bangsa. Apalagi, dari informasi yang saya dapat ISI adalah satu-satunya lembaga pendidikan seni di luar pulau jawa dan lembaga yang mengajarkan kesenian Melayu,” kata Rais Yatim.

Diceritakan Rais Yatim, saat ini mungkin sudah banyak yang tidak tahu lagi dengan kebudayaannya, bahkan juga tidak tahu dengan asal-usul mereka sebagai keturunan Minangkabau yang memiliki kekuatan adat dan agama.

“Saya tanya kepada hadirin yang ada disini, siapa yang mengetahui sejarah tempat kampus ini bernama Padangpanjang, kenapa ada dua ada kelarasan di Minangkabau, kenapa ada 4 suku di Minangkabau dan kenapa ada 9 Minang suku di Malaysia,” tanya Rais Yatim.

Mungkin, lanjutnya, tidak banyak lagi yang mampu menjawab segelumit pertanyaan tadi dan tokoh-tokoh yang mengetahui tentang sejarah kebudayaan Minangkabau yang menjadi cikal bakal kebudayaan Melayu dan kebudayaan Nusantara yang cukup diagung-agungkan pada awal masa kemerdekaan Bangsa Indonesia.

“Kita menginginkan ada lembaga yang mampu mengkaji kebudayaan Minangkabau baik sesudah masuk Islam, maupun sebelum masuk Islam. Karena, disini lah letaknya awal kebudayaan kita sebagai bagian kebudayaan Nusantara. Jika generasi penerus kita tidak mengetahui tentang kebudayaan kita, bagaimana kita akan mempertahankan kebudayaan kita sendiri,” ungkap Rais Yatim.

Diakhir kuliah umumnya, Rasi Yatim berpesan kepada mahasiswa dan seluruh Civitas ISI Padangpanjang untuk tidak melupakan Bahasa, Adat dan Budaya Minangkabau dalam pelestarian kebudayaan Melayu dan membangkitkan kembali kejayaan Kebudayaan Nusantara untuk masa yang akan datang.

Pada kesempatan itu, Rais Yatim juga mengundang ISI Padangpanjang untuk berpartisipasi pada Pesta Nusantara yang akan dilaksanakan di Kuala Lumpur Malaysia pada tahun 2015 mendatang, memberikan beasiswa kepada Mahasiswa ISI Padangpanjang yang melakukan pengkajian adat dan budaya Melayu serta memberikan bantuan biaya untuk kelanjutan pembangunan mesjid ISI Padangpanjang.

Sementara itu, Rektor ISI Padangpanjang Pro.Novesar Jamarun sangat berharap dengan kedatangan Menteri Penasehat Sosio Budaya Kerajaan Malaysia ke ISI Padangpanjang, akan dapat meningkatkan dukungan terhadap peran lembaga perguruan seni itu dalam pelestarian kesenian dan budaya Melayu, khsusnya adat Minangkabau.

“Selain terus dan akan terus melakukan pelestarian adat dan budaya, kami juga membutuhkan dukungan dari sejumlah pihak yang memperhatikan dan mencintai kebudayaan kita ini. Tanpa dukungan itu, ISI bukanlah apa-apa dan tidak akan bisa berbuat apa-apa,” sebut Novesar Jamarun.

Berbagai terobosan yang telah dilakukan, lanjut Novesar Jamarun, merupapakan bagian dari keberadaan ISI Padangpanjang sebagai lembaga seni yang mengkhususnya mengajarkan dan mengakaji kebudayaan Melayu di Indonesia bahkan di dunia.

Pada kunjungan Tan Sri Dr.Rais Yatim itu, Prof. Novesar Jamarun selainmenerima bantuan dari menteri penasehat kerajaan Malayasia itu, juga memberikan sejumlah cinderamata kepada tamu terhormat dari negeri
Jiran Malaysia itu.

“Kami juga berharap kunjungan Tan Sri ini, bukanlah yang pertama dan yang terakhir. Tetapi aka nada kelanjutan program kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Malaysia, khsusnya dalam kajian budaya Melayu sebagai bagian kebudayaan Nusantara,” ungkap Novesar Jamarun.

Pada kesempatan itu, Tan Sri Dr. Rais Yatim dan rombongan juga disuguhi oleh ragam kesenian khas Minangkabau dari awal kunjungan hingga akhir acara, seperti atraksi Silat Gelombang, Pidato Pasambahan dan Siriah di Carano, Saluang Tradisi, aneka tarian dan perpaduan musik tradisi dengan alunan suara Gamad dan Indang dari mahasiswa dan Dosen ISI Padangpanjang.

Sesuai dengan janji Rektor ISI Padangpanjang, sebagai penutup kegiatan mseluruh rombongan juga menyempatkan makan siang dengan menu khas tradisional Minang, serta sarapan pagi dengan Lamang Tapai.(nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*