Tarif Resmi Truk Bawa CPO Rp1.800 Per Ton

Padang-today.com – Retribusi jasa bongkar muat untuk angkutan truk membawa minyak sawit (cruid palm oil/CPO) di Pelabuhan Teluk Bayur sebesar Rp1.800 per ton.

“Sesuai Surat Keputusan Direksi Pelindo dan kesepakatan bersama tarif resmi jasa bongkar muat untuk truk membawa CPO sebesar Rp1.800 per ton,”kata GM Pelindo II Teluk Bayur Padang, Armen Amir saat di hubungi.

Ia menjelaskan, tidak ada pungutan dilakukan Pelindo tanpa ketentuan berlaku.

“Jika ada meminta atas nama Pelindo silahkan melaporkan agar diberikan tindakan, bila oknum pegawai Pelindo melalukan pungutan diluar dari ketentuan akan diberikan sangsi,”ungkapnya.

Pelindo sangat mendukung tindakan Polresta Padang menangkap pelaku pungli yang terjadi di Pelabuhan Teluk Bayur.

Pelindo saat ini sedang melakukan perbaikan dan peningkatan layanan di Pelabuhan Teluk Bayur Padang. Pungli
Pelindo itu merasa adanya pungli sangat tidak bagus dalam rangka penataan atas layanan di Teluk Bayur.

   “Untuk itu mari bersama-sama berantas pungli di pelabuhan,”imbuh Armen Amir.

    Ia menyatakan, Pelindo akan menelusuri kemungkinan terjadi pungli ditempat lain.

“Hal ini dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada pengguna jasa di Pelabuhan Teluk Bayur, bagi masyarakat melihat masih adanya aksi pungli segera melaporkan pada pihak terkait, seperti polisi, KSOP, serta Pelindo,”katanya.

    Guna mengatasi aksi pungli di Pelabuhan Teluk Bayur Armen Amir menambah, Pelindo menatata pintu masuk ke Pelabuhan Teluk Bayur.

“Gerbang masuk ke Pelabuhan akan di aktifkan hal ini memudahkan kontrol masuk dan ke luar di pelabuhan,”jelasnya.

   Ia menyatakan, kedepanya semua kendaraan angkutan barang masuk ke Pelabuhan sudah terdaftar secara resmi.

“Sehingga mudah menatata berapa truk masuk, dan apa keperluan sopir membawa truk tanpa ada muatan masuk ke pelabuhan,”katanya.

   Ia menjelaskan, Pelindo sudah menandatangi dengan Aprtindo Sumbar dalam pencatatan angkutan bongkar muat di Pelabuhan Teluk Bayur.

“Kita sudah menyepati soal angkutan barang dengan Aptrindo demi kelancaran bongkar muat, di pelabuhan Teluk Bayur Padang,”ujarnya.

    Pelindo menginginkan penataan moda angkutan barang dari maupun keluar Pelabuhan Teluk Bayur, serta ingin memastikan ketersdian kecupan armada untuk kelancaran kegiatan bongkar muat.

    Sekarang ini aktifitas bongkar muat sudah bagus, operator sudah handal, alat angkut barang sudah ready,gudang penyimpan barang sudah tersedia

    “Tapi kalau tidak ada moda tersebut bagaimana menyimpan barang yang ada di Pelabuhan Teluk Bayur,”jelas Armen Amir.

    Ia menambahkan, truk tersebut akan di data berapa kebutuhan moda untuk membawa barang. Dimana kebutuhan truk untuk barang cpo, cangkan,batu bara.

     “Truk yang teregister tersebut diberikan stiker agar bisa membawa barang dari maupun keluar Pelabuhan,”katanya.(der)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*