Tawuran Ternyata Terencana ,Pelajar Janjian Via Ponsel

Tawuran-Antara-Dua-Sekolah-Di-JAkarta
PADANGTODAY.com-Tawuran pelajar kian meresahkan. aksi tawuran kini bukan merupakan aksi spontanitas, namun sangat terencana. Biasanya, kedua sekolah yang hendak melakukan tawuran sudah membuat janji terlebih dahulu melalui telepon seluler. Saat janjian bukan hanya menyetujui untuk tawuran, tetapi juga menentukan waktu dan lokasi tawuran tersebut.

Bimbim (nama samaran), salah satu pelajar di daerah Jakarta Timur menuturkan, sebelum tawuran biasanya ada kesepakatan antara sekolahnya dan sekolah lain yang memang sudah menjadi musuh bebuyutan. Pelajar yang melakukan kesepakatan tersebut adalah siswa yang ditakuti (pentolan) ataupun para alumni.

“Pertama di-SMS dulu pas jam sekolah. Nanti pas pulang sekolah baru ditelepon ngasih tau kalo udah pada jalan,” kata Bimbim, Jumat (15/8).

Bimbim menjelaskan, biasanya hal ini terjadi saat tahun ajaran baru, dimana para senior ataupun alumni melakukan penataran kepada siswa kelas 1 yang baru saja masuk sekolah.

“Anak-anak kelas 1 itu yang dipaksa harus ikut. Kalo gak diancam sama senior atau alumni. Nanti pas udah ketemuan terus tawuran yang anak kelas 1 disuruh maju duluan senior jagain di belakang,” jelasnya.

Bimbim yang merupakan seorang siswa sekolah menengah kejuruan ini mengatakan, bahkan para alumni pun terkadang ada yang sudah menyediakan senjata tajam seperti samurai dan celurit yang diberikan kepada siswa kelas satu yang memiliki nyali besar. Sementara menurutnya para alumni tersebut hanya menyaksikanya saja tanpa ikut terlibat tawuran.

“Ditanya sama alumni, lu berani megang BR (barang/senjata tajam). Kalau berani yah dikasih disuruh maju paling depan,” jelasnya.

Selain itu Bimbim melanjutkan, beberapa senior pun juga ada yang mendokumentasikan aksi tawuran tersebut dengan menggunakan ponselnya. Nantinya hasil rekaman itu akan disaksikan bersama teman-temannya pas jam sekolah.

“Nanti rekamannya dikasih liat sama yang gak ikut tawuran, kalau kita kalah disuruh bales dendam. Kalau menang nanti cari musuh laen biasanya,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Oka Wira Satya (15), pelajar kelas X SMK Adi Luhur Condet, Jakarta Timur tewas setelah terkena sabetan senjata tajam di bagian punggung dan kepala saat terlibat tawuran dengan pelajar dari SMA Budi Murni, Cipayung, Rabu (13/8) petang.

Selain Oka, seorang siswa SMK Adi Luhur lainnya, Muhammad Fadli harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami luka akibat serangan senjata tajam.(dil)

 

 

 

 

 

Lewat ke baris perkakas