TdS 2016, Dispar Kabupaten Solok Disorot, DPRD Warning Pemkab Solok

2000pxlogo_of_tour_de_singkarak.svgSolok, PADANG-TODAY.com-Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Solok mendapat sorotan tajam terkait penyelenggaraan iven Tour de Singkarak 2016. Sorotan itu lahir karena selama tujuh penyelenggaraan TdS sebelumnya, tidak terdapat peningkatan pneyelenggaraan dan efek positif terhadap Kabupaten Solok. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok Hardinalis menilai Pemkab Solok kurang serius menggarap iven TdS. Menurutnya, Pemkab Solok, khususnya Dinas Pariwisata (Dispar) tidak bisa memanfaatkan iven tersebut untuk menunjukkan kinerja.

“Salah satu hal yang paling mencolok adalah tidak adanya pembenahan kawasan wisata yang dilalui para pebalap. Sehingga iven ini hanya sekadar lewat dan setelah itu habis. Penyebab utama adalah kurang cepatnya perbaikan di semua sektor kegiatan. Sehingga gaung Kabupaten Solok di kancah Nasional dan Internasional tidak terdengar,” ujarnya, di Gedung Dewan, Senin (18/7/2016).

Lebih lanjut, Hardinalis nama Danau Singkarak telah mendunia. Apalagi dengan adanya iven besar ini, seharusnya ada pembenahan di kawasan danau tersebut dari tahun ke tahun. Sehingga efek dari penyelenggaraan iven berskala internasional ini ada efek positifnya kepada daerah.

“Kita tidak harus berfikir muluk-muluk, namun dari setiap iven yang digelar setiap tahhunnya itu, mestinya ada peningkatan sektor pariwisata Kabupaten Solok menjadi semakin menarik minat wisatawan. Jadi iven ini tidak sekadar lewat,” lanjutnya.

Di tempat terpisah, Anggota DPRD dari PDI Perjuangan Hendri Dunant menyorot kinerja Dinas Pariwisata yang terkesan tidak memiliki program dan perencanaan matang terkait TdS. Hendri menyebut, koordinasi Dispar Kabupaten Solok dengan stake holder lain yang menggawangi persiapan sangat buruk. Buktinya, pada TdS tahun lalu, Dispar terkesan hanya bekerja sendiri.

“Hampir seluruh instansi dilibatkan dalam iven ini. Namun, koordinasinya sangat buruk, sehingga hasilnya terkesan asal jadi. Tahun ini, kita berharap adanya pembenahan sistem kerja dalam menggelar iven itu. Sebab, tanpa evaluasi yang benar, sampai ratusan kalipun TdS ini diselenggarakan, hasilnya akan tetap seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dispar Kabupaten Solok Alfajri membantah pihaknya tidak serius menggarap iven ini. Menurutnya, dalam setiap gelaran TdS, seluruh SKPD dan stake holder telah dilibatkan secara maksimal dan sesuai dengan porsinya masing-masing. Namun, Alfajri tidak menampik hasil yang didapat masih belum sempurna.

“Seluruh SKPD dan stake holder telah dilibatkan secara maksimal. Tapi, yang namanya kerja tim, tentu saja hasilnya tidak selalu sempurna. Hal ini akan selalu jadi evaluasi bagi kita setiap tahunnya. Sehingga, ke depannya hasil yang didapat bisa lebih maksimal,” pungkasnya.(RiB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas