TDS 2019, Maisa Siswa Naas Pada Saat Membawa Bendera Kecil

Padang-today.com__Nasib naas dialami seorang siswa sekolah dasar (SD) 08 Kota Pariaman, Sumatera Barat, Meisa Putri Wanda (9) langit-langit pada mulutnya terluka akibat bendera kecil yang akan ikut memeriahkan Tour de Singkarak (TDS) etape V di Kota Pariaman.

“Meisa Putri Wanda (9) murid SD tersebut mendapatkan luka tusukan tangkai bendera kecil yang terbuat dari bambu yang rencanannya digunakan untuk memeriahkan TDS yang akan melintas di Kota Pariaman,” kata nenek Meisa, Yanni (60) di Pariaman, Rabu (06/11).

Pihak sekolah Meisa, kata dia, meminta siswa untuk memeriahkan TDS dengan mengibarkan bendera kecil saat pembalap sepeda melintas. Dengan adanya istruksi dari pihak sekolah itu, Meisa membeli bendera kecil yang dijual pada sekolah tersebut.

“Peristiwa itu terjadi siang kemarin saat Meisa pulang sekolah. Pihak sekolah meminta siswa untuk memeriahkan TDS dengan mengibarkan bendera kecil saat pebalap sepeda melintas,” kata Yanni.

Terkait dengan istruksi dari sekolah tersebut pihak siswa berupaya untuk membeli bendera kecil yang kebetulan ada pedaganag yang menjual bendera kecil tersebut di sekolah Meisa dengan harga Rp 3 ribu per unit.

“Guru pun menyuruh siswa untuk membeinya dan meminta siswa menyimpan endera itu di dalam tas dan tidak digunakan untuk bermain,” katanya.

Namun, lanjutnya, Maisa memainkan bendera itu saat pulang dengan mengigit ujung tangkainya sambil berjalan pulang ke rumah.

“Pada saat akan mau pulang, disepanjang perjalanan Maisa membawa bendera itu dengan mengigit. Tanpa disadari, Maisa tersandung dan terjatuh sehingga tangkai bendera itu menusuk langit-langit mulutnya,” ujarnya.

Akibat peristiwa tersebut, Maisa harus dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, yang dihadapkan si nenek saat ini adalah masalah biaya cucunya yang dirawat di rumah sakit tersebut.

“Yang kami khawatirkan kondisinya dan biaya operasinya,” ujarnya.

Ia meyebutkan, Maisa merupakan seorang yatim dan tidak terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan. Hingga saat ini untuk kelangsungan hidupnya itu ditanggung oleh ayah tirinya yang hanya seorang nelayan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Yurnal mengaku tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut.

“Kami memang meminta pihak sekolah untuk menyemarakan TDS dengan mengibarkan bendera kecil, tapi tangkainya terbuat dari pipet bukan berbahan bambu atau sejenisnya yang membahayakan,” kata dia.

Terkait denga peristiwa tersebut, masyarakat setempat yang akan menyaksikan TDS pada putaran etape V itu menjadi perbincangan. (herry suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas