Teh Hijau Dapat Memunuh Sel Kanker Mulut

Teh Hijau.

Teh Hijau.

Advertisements

PADANGTODAY.COM-TEH hijau adalah minuman yang terbuat dari hasil seduh daun tanaman teh segar hasil petikan dari kebun, tetapi telah melewati proses pemanasan untuk menghindari oksidasi. Teh hijau sangat populer di Jepang, di mana mereka menyebut teh hijau sebagai teh ocha.

Teh hijau semakin diminati karena manfaatnya bagi kesehatan. Jika Anda jarang minum 3-4 cangkir teh hijau dalam sehari sama saja dengan Anda tidak memperdulikan kondisi kesehatan diri sendiri.

Sebuah studi Pennsylvania State University yang diterbitkan di jurnal Molecular Nutrition dan Food Research menemukan bahwa teh hijau dapat membunuh sel kanker mulut dan meningkatkan sel-sel sehat.

Kanker mulut dan hubungannya dengan teh hijau pertama kali terkait dalam studi tahun 2002 yang menemukan bahwa teh hijau bisa menginduksi kematian sel kanker dan para peneliti menyarankan untuk mengonsumsi rutin teh hijau karena dapat bermanfaat dalam pencegahan kanker mulut.

Dalam temuan terbaru, para penulis penelitian menemukan bahwa senyawa dalam teh hijau memicu proses dalam mitokondria sel-sel kanker yang mengarah ke kematian sel awal.

“Kami merancang studi untuk menggunakan konsentrasi EGCG yang terdapat dalam teh hijau dan kami meneliti leukoplakia oral (lesi prakanker) dan sel-sel kanker mulut untuk mendapatkan ide apakah efek dari EGCG akan akan mampu mengurangi mengurangi perkembangan kanker mulut, “kata penulis studi Joshua Lambert, seperti dilansir laman Yahoo Health, Minggu (15/2).

Bahkan, penulis penelitian mengatakan, ada indikasi bahwa sebenarnya ECGC memperkuat mekanisme pertahanan sel normal.

“Karena data klinis manusia terbatas, masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa teh hijau dapat mencegah kanker mulut. Namun, data dari studi epidemiologi hewan dan manusia sangat menjanjikan dan menunjukkan bahwa teh hijau dan EGCG memiliki efek pencegahan terhadap kanker mulut,” kata Lambert.

Pengobatan untuk kanker mulut, yang membunuh lebih dari 8.000 orang Amerika per tahun dan mempengaruhi lebih dari 43.000, saat ini terbatas pada kombinasi kemoterapi, operasi dan radiasi. Sementara kemoterapi tradisional dapat menyebabkan rambut rontok dan atrofi otot, konsumsi teh hijau memiliki beberapa efek samping. (fny/jpnn/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*